Mohon tunggu...
Muhammad Hamid Habibi
Muhammad Hamid Habibi Mohon Tunggu... Calon guru

Belajar lagi... Belajar mendengarkan, belajar memahami, belajar mengatur waktu, belajar belajar belajar... belum terlambat untuk belajar...

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Bakso Gilang Kuah Sadis dan Tren Bakso Kuah Cabe di Malang

8 Juli 2020   10:44 Diperbarui: 8 Juli 2020   10:40 4591 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bakso Gilang Kuah Sadis dan Tren Bakso Kuah Cabe di Malang
Bakso Gilang Kuah Sadis full cabe dok.pri

Trend bakso kuah cabe sedang hit di Malang, buktinya mulai banyak bakso yang menyajikan kuah cabe atau kuah lombok dalam menunya. Ada yang baru berjualan langsung menampilkan kuah cabe sebagai menu andalan, ada juga yang sudah jualan bakso bertahun-tahun kemudian menambah menu kuah cabe.

Ada berbagai alasan kenapa bakso kuah cabe mulai menjamur di Malang. Dari segi konsumen, memang banyak permintaan pasar akan kuliner pedas ini. Mungkin saja konsumen mulai bosan dengan bakso yang biasa-biasa saja, atau bisa jadi karena melihat kota-kota lain yang lebih dahulu berjualan bakso kuah cabe. Lihat saja Surabaya, Yogyakarta, Bogor dan Jakarta yang sudah dari dulu berjualan bakso kuah cabe. Lewat media sosial seperti instagram, facebook dan youtube membuat konsumen yang ada di Malang juga menginginkan hal yang sama yaitu sensasi makan bakso yang super pedas.

Dari segi pedagang bakso, tren ini muncul karena melihat banyaknya permintaan pasar akan bakso berkuah pedas. Belum banyaknya bakso kuah cabe di Malang, membuat beberapa stand bakso yang menjual varian bakso ini dibanjiri pembeli. Lihat saja bakso kuah gila yang ada di Tajinan dan Bakso Gilang kuah sadis yang ada di Tasikmadu  Kota Malang. Ditambah lagi harga cabe yang begitu bersahabat, 1kg cabe cukup murah dengan harga belasan ribu di pasaran.

Seporsi bakso gilang kuah sadis dok.pri
Seporsi bakso gilang kuah sadis dok.pri
Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke bakso Gilang kuah sadis yang ada di jalan KH. Yusuf, Tasikmadu Kota Malang. Bakso ini sebenarnya buka jam 1 siang, namun saat saya datang jam 12 kurang sudah banyak pelanggan yang antri. Sebenarnya bakso belum siap semua alias masih menata dagangan, tapi karena sudah banyak yang datang sebagian pengunjung sudah dilayani.

Bakso gilang kuah sadis ini menyediakan empat dandang bakso, dengan formasi dua dandang kuah sadis dan dua dandang kuah biasa. Belum lagi ada bakso dan gorengan yang berjejer di etalase yang sangat menggoda. Ada sekitar empat orang ibu-ibu yang siap melayani pembeli. Itupun antrian panjang tak bisa dihindari apalagi di waktu jam makan siang antara jam 12.00 sampai jam 13.30 an.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, memakai masker dan jaga jarak, bakso gilang tetap buka selama pandemi corona ini. Saat itu saya mencoba menu-menu andalan di Bakso Gilang, saya mengambil bakso urat jumbo, paru, ceker dan gorengan, tentu saja tak lupa kuah sadisnya dengan topping cabe utuh di atasnya.

Jangan tanya rasanya, jelas pedas sekali. Sensasi pedas langsung nendang di mulut, rasa panas sampai ke tenggorokan dan perut. Tapi uniknya hal ini tidak membuat saya berhenti makan, malah menjadi lahap walau kepedesan. Mungkin sensasi inilah yang dirasakan banyak konsumen yang rela mengantri demi bakso kuah sadis ini, pedas tapi nikmat.

Kalau masih penasaran bagaimana pedasnya kuah sadis di bakso gilang ini? Langsung tonton review lengkapnya di video yang saya buat di bawah ini. Selamat menonton dan terima kasih.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x