Hamdali Anton
Hamdali Anton English Teacher

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris biasa di kota Samarinda, Kalimantan Timur. | Website : english-itu-fun.blogspot.co.id || fingerstyleguitar1.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Duduk Manis dan Terima Beres

10 Juni 2018   23:21 Diperbarui: 10 Juni 2018   23:48 220 5 3
Duduk Manis dan Terima Beres
Apakah duduk atau orangnya yang manis ^_^? (hello-pet.com)

Kadang-kadang susah jadi guru bahasa.

Saya guru Bahasa Inggris, dan kalau ada pengucapan murid yang kurang tepat, maka saya akan memberikan contoh cara mengucapkan kata tersebut dengan tepat, lalu meminta siswa atau siswi tersebut untuk mengulangi pengucapan yang saya contohkan.

Otomatis, karena saya mengajar di esde, dimana siswa-siswinya masih dalam tahapan dasar pemahaman bahasa Indonesia, jadi mau tidak mau dan suka tidak suka, saya juga harus mengetahui kosa kata yang tepat dari bahasa Indonesia.

Misalnya : apotek, bukan apotik; telur, bukan telor, dan lain sebagainya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Online atau disingkat KBBI Online menjadi andalan saya supaya saya memberikan arti yang standar dan benar kepada peserta didik.

Nah, setelah salah satu penggunaan kata 'dimanfaatkan' dulu yang mengganjal di hati saya (Anda bisa membacanya disini), ada dua kelompok kata lagi yang mengganggu benak saya.

Dua kelompok kata itu yaitu ' Duduk Manis' dan 'Terima Beres'.

Mari kita bahas satu per satu ^_^.

'Duduk Manis'

Sebenarnya 'Duduk Manis' ini sudah tidak asing lagi di telinga saya.

Malah saya praktekkan di dalam kelas ^_^.

"Lho, kok bisa?" mungkin itu pikiran Anda ^_^.

Ya, jelas bisa, karena biasanya saya akan mengucapkan 'duduk yang manis' kepada peserta didik saya, supaya duduk di kursi dengan baik, rapi, tegak, dan terutama diam dan tenang.

Setelah itu, murid-murid akan 'duduk manis'.

Namun waktu ada acara-acara tertentu di sekolah, kemudian ada beberapa guru yang mengatakan, "Kalau begitu, kita duduk manis aja."

Menurut Anda, apa maknanya?

Ini bukan untuk pengajaran. Ini sekedar untuk pengingat saja.

Karena saya tidak mendapat artinya di kbbi online.

Duduk ada artinya, manis ada artinya, tetapi frase 'duduk manis' tidak ada artinya secara denotatif.

Sehingga bukan makna denotatif yang dicari, tapi makna konotatif-nya.

Kalau menurut saya, ada dua makna konotatif yang bisa ditarik dari kalimat "Kalau begitu, kita duduk manis aja".

Pertama - Menjadi Penonton Saja

Ini tipikal orang yang mungkin ingin terlibat dalam acara secara aktif, namun karena tidak ditunjuk atau dipilih, makanya dia berkata begitu.

Kedua - Malas

Nah, kalau ini, memang penyakit laten.

Ingin seperti bos.

Dilayani; dipuji; kalau ada yang kurang di hatinya, semisal nasi kering atau daging alot di nasi kotakan, langsung komentar lebar kali panjang.

Terlibat dalam acara?

Sedapat mungkin dihindari kalau tidak ada upahnya dan tidak ingin capek bin repot. Kalau ada upah besar, baru mau terlibat ^_^.

'Terima Beres'

Seperti 'Duduk Manis', 'Terima Beres' mempunyai dua makna konotatif menurut 'penerawangan' saya ^_^.

Pertama - Si A meminta si B untuk mengerjakan suatu proyek tertentu, sesuai kesepakatan waktu dan harga

Dalam hal ini, Si A akan mengatakan 'Terima Beres' dalam pengertian konsep sudah diberikan oleh A ke B, lalu B memberikan tarif, lalu A setuju, dan B mengerjakan sebelum tenggat waktu harus sudah selesai, kemudian akhirnya setelah selesai, A menyerahkan upah B.

Ibaratnya ini simbiosis mutualisme, sama-sama menguntungkan.

A senang, B pun senang.

Kedua - Si C meminta Si D untuk mengerjakan suatu proyek tertentu, tapi tidak ada kesepakatan harga (dan tenggat waktu)

Dalam kasus ini, biasanya kata-kata yang keluar adalah :

"Gampang nanti (duitnya)."

"Beres pokoknya (kalau soal duit)."

"Si E ngasih harga mahal."

Si C akan mencari 'korban', orang yang bisa diperdaya (dalam hal ini, Si D) untuk mengerjakan tugasnya, lalu memberi imbalan yang minim, kepada Si D, setelah tugas selesai.

Saya punya teman, sebut saja Dani, yang cuma dibayar oleh Rina, sebesar seratus ribu rupiah, tapi Rina ada pernah ngomong ke Dani kalau Salma harus dibayar lima ratus ribu rupiah untuk tugas yang sama!

"Mahal betul Salma kasih harga!" kata Rina.

Mungkin Dani kasihan pada Rina, makanya menyanggupi proyek tersebut, yang berujung seratus ribu tadi ^_^.

Lima ratus versus seratus?

Bagaikan langit sama kolong jembatan ^_^.

Kesimpulan

Jadi untuk 'Duduk Manis' dan 'Terima Beres', makna konotatif yang bisa ditarik adalah tergantung dari kalimat sebelum dan sesudahnya, dan terutama karakter orang yang kita hadapi.

Jangan sampai Anda mengatakan 'duduk manis' pada atasan. Takutnya, atasan Anda akan beranggapan Anda 'Malas' ^_^.

Dalam kasus 'Terima Beres", berhati-hatilah kalau ada teman atau seseorang yang meminta pertolongan Anda.

Saya dulu juga pernah mengalami hal yang sama seperti Dani diatas.

Tidak jelas kapan harus dikumpul, tahu-tahu, mendadak harus selesai saat itu juga.

Tidak jelas berapa upah proyek; padahal sudah rugi waktu, tenaga dan biaya.

Tapi yang jelas, rugi waktu adalah faktor terbesar dan saya merasa tidak dihargai.

"Yah, paling tidak, setengahnya, 250 atau 300 ribu dapatnya. Lah ini cuma seratus ribu! Dua puluh persen dari 500 ribu!

Hahaha dagelan banget deh ^_^.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam berkata-kata, karena seperti ada ungkapan 'satu gambar punya seribu makna', maka kata-kata pun punya makna yang lebih dari satu.

Dan kalau orang lain berkata pada Anda, perlu Anda telaah apa maksudnya. Jangan percaya sepenuhnya, apalagi pada orang yang tidak Anda kenal.

Seperti kata Bang Napi.

WASPADALAH, WASPADALAH!