Mohon tunggu...
Hairil Suriname
Hairil Suriname Mohon Tunggu... Lainnya - Institut Tinta Manuru

Bukan Penulis.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Kesalahan Kamu Menganggap Rendah Orang Lain

6 April 2021   10:57 Diperbarui: 5 Juli 2023   23:39 305
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Percaya diri itu keharusan, asal jangan sampai melewati batas tertentu membuah kita jadi egois tanpa disadari. Seseorang, mereka, kamu, atau kita semua sudah tentu memiliki kepercayaan diri yang kuat. Bahkan ada yang melewati batas control hingga dia menjadi orang yang benar-benar merasa bahwa dia lah yang lebih bisa, yang lebih baik lalu menanggap rendah orang lain.

Beberapa artikel yang saya baca, ternyata percaya diri berlebihan itu kelewat batas hingga suka merendahkan, menjatuhkan atau meremehkan orang lain dan hal itu merupakan gangguan kepribadian. Orang yang mengalami gangguan kepribadian ini merasa dia lebih penting atau lebih baik dan lebih bisa dibandingkan dengan orang lain.

Orang yang sering dan sangat ingin dirinya diberikan pujian ketika dia melakukan atau menyelesaikan sesuatu adalah bentuk dari tanda gangguan kepribadian yang di sebut narcissistic personality disorder atau gangguan narsistik. Dalam Bahasa Kesehatan, orang yang mengidap gangguan kepribadian (Narsistik) tidak memiliki rasa empati pada orang lain.

Kalau diantara teman kita, kerabat atau bahkan keluarga kita memiliki pikiran yang dipenuhi dengan fantasi-fantasi. Bisa dipastikan kalau mereka miliki ciri-ciri pengidap gangguan narsistik, mereka sering bicara tentang sukses tetapi berlebihan, tentang suatu saat nanti mereka akan memimpin, jadi kaya, lebih dari orang lain dan berkuasa atas sesuatu dll dll dll.

Orang secara wajar menginginkan kesenangan, kesejahteraan, dan akan bahagia dalam hidupnya. Tetapi, keseringan berfantasi tentang semua hal yang mestinya dicapai dengan pengorbanan -pengorbanan, materi waktu dll membuat dia tidak sadar bahwa dirinya mengalami gangguan kepribadian

Pada aktivitas kita sehari-hari, paling sering kita temukan. Ada teman yang merasa dia lebih pintar dari kita, atau dari semua orang. Bukan hanya itu saja, ada yang merasa cantik/ganteng berlebihan dan memandang orang lain tidak setara dengan level kecantikan/kegantengan dia. 

Atau, kenyataan lain misalkan, kamu pernah dengar antara teman kamu sering bicarakan tentang hubungan asmara dia dengan pasangannya, sampai-sampai menganggap hubungan mereka jauh lebih baik dan bahagia dibanding kamu sendiri atau orang lain.

Nah, orang seperti ini dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak akan menyadari bahwa jiwa yang rapuh merupakan efek terbesar dari pengidap gangguan kepribadian yang disebut narsistik ini. Kerapuhan bersembunyi dibalik hati mereka, orang dengan percaya diri yang berlebihan dan melihat orang lain tidak memiliki apa-apa dibanding dengan mereka.

Ada teman saya sendiri, tidak  saya sebutkan namanya disini. Kemungkinan dirinya pengidap gangguan narsistik ini. Dalam keseharian dia, ngobrol banyak tujuan dia, dia lebih bisa dari saya dan bahkan sejumlah orang dekatnya dll dll. Pada akhirnya rapuh ketika saya atau beberapa teman lainnya layangkan satu kritikan tentang berlebihannya dia dalam melihat sesuatu.

Baru dengan satu kritikan membuat dia kelimpungan, hancur mentalnya, dan merasa malu dengan lingkungan pertemanan. Bagaimana jadinya dengan sepuluh, dua puluh atau banyak kritikan yang dia dapat. Begitulah dampak percaya diri berlebihan.

Orang dengan gangguan narsistik sangat banyak dan mudah kita temukan di sekitar kita, bahkan teman baik kita, anak-anak kita, saudara kita dll. Perhatikan keseharian mereka dari cara bicara, membandingkan orang lain dengan dirinya sendiri, ingin dipuji, tidak merasa iba dengan kesedihan orang lain, sangat arogansi dalam komunikasinya, dia paling istimewa dan harus dikagumi dll.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun