Mohon tunggu...
Gunawan Mahananto
Gunawan Mahananto Mohon Tunggu... Freelancer - Ordinary people with extraordinary loves

From Makassar with love

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Skenario Akbar dari Trump untuk Timur Tengah

4 Januari 2020   20:37 Diperbarui: 5 Januari 2020   12:29 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Politik luar negeri pemerintahan Era Trump adalah tidak agresif ataupun provokatif. Itu seringkali diucapkan Trump dalam setiap pidatonya. 

Apalagi mau ikut campur urusan konflik negara atau wilayah lain yang nun jauh dari Amerika .

Pemerintah Amerika beserta mililter raksasanya ,hanya akan bertindak apabila kepentingan negara Amerika dan warga Amerika di luar negeri dalam kondisi terancam. Apalagi sampai ada korban jiwa warga Amerika yang tidak berdosa, maka sampai ke ujung kutub utara sekalipun pun akan di kejar oleh militer Amerika. 

Dengan senjata yang bertehnologi tercanggih, terbesar , terluas jangkauannya dan terkuat di dunia, seharusnya para teroris atau negara anti Amerika, di seluruh dunia akan berpikir dua kali ganggu Amerika. 

Sesuai motto waktu kampanye lalu , Trump janji akan membuat Amerika Great Again! Selain saat ini masih terkuat, terbanyak dan tercanggih dalam peralatan militer dan ruang angkasa. Dalam bidang ekonomi, Amerika juga mulai lagi membaik. Menjadikan Amerika negara no. 1 didunia dalam bidang kekuatan ekonomi. 

Dalam melihat suatu masalah pun , Trump selalu berdasarkan hal yang mendasar dulu. Dan ujung ujungnya harus demi kepentingan bangsa dan negara Amerika ! 

Contoh terakhir , adalah terbunuh nya tokoh militer dan intelijen Iran yang populer
Jenderal Qasem Soleimani . 

Karena kepentingan Amerika dan warga Amerika terancam di Irak, maka pemerintah Amerika wajib sesuai undang undang untuk mengambil tindakan. Dengan memanfaatkan intelijen dan peralatan canggih , selalu yang jadi target adalah pemimpinnya. Dengan di tewaskan pemimpin besar nya , maka organisasi nya akan morat-marit.

Terakhir , pernyataan Trump adalah , Amerika tidak memulai perang. Tapi menghentikan peperangan. Trump punya skenario untuk itu. Situasi panas di timur tengah , tidak bisa cuma di hentikan secara negosiasi , perundingan , atau tindakan militer secara sporadis dan cuma aksi reaktif. Membalas kalau diserang. 

Ini mungkin momentum yang tepat bagi skenario Trump untuk penyelesaian konflik di timur tengah secara mendasar dan menyeluruh. 

Dengan cara menghentikan secara tegas dengan aksi militer semua kegiatan kelompok atau organisasi yang selalu membuat rusuh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun