Mohon tunggu...
Reba GT
Reba GT Mohon Tunggu... PEKEBUN

Leibnizan

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Artikel Utama

Waisak dan Ajaran Buddha Gautama yang Menyejukkan

6 Mei 2020   19:23 Diperbarui: 8 Mei 2020   03:46 329 33 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Waisak dan Ajaran Buddha Gautama yang Menyejukkan
Ilustrasi merayakan hari raya waisak 2564 BE (foto: SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO)

Pada tahun ini penyelenggaraan Hari Raya Trisuci Waisak 2564 BE, jatuh pada tanggal 7 Mei 2020. Hari Raya Trisuci Waisak adalah hari raya umat Buddha untuk memperingati hari lahir, pencapaian kesadaran dan Moksya Sang Buddha.

Ada pun tema yang diangkat dalam perayaan Hari Raya Trisuci Waisak tahun ini adalah "Persaudaraan Sejati Dasar Keutuhan Bangsa".

Bila menyelisik tema Hari Raya Waisak tahun ini, rasanya sangat penting untuk kita refleksikan bersama di tengah banyaknya ancaman dan usaha memecah belah persatuan.

Persaudaraan dan persatuan merupakan intrepretasi ajaran-ajaran Sang Buddha yang holistik dan menjadi modal semangat dalam perayaan Trisuci Waisak.

Menurut hemat saya, nilai-nilai Budhisme ini juga tercermin pada Sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia, yang di lambangkan pula dengan pohon beringin.

Karena itu faham persatuan Indonesia tidaklah sempit tetapi mengandung arti menghargai bangsa Indonesia dengan sifat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa kita telah mengatasi faham golongan suku bangsa dalam upaya membina tumbuh kembangnya persatuan dalam bingkai persaudaraan yang tak terpecah-pecah.

Ajaran Buddha yang Menyejukkan

Kebetulan saya sendiri pernah mengeyam pendidikan di Yogyakarta. Jika punya waktu luang diakhir pekan, saya biasanya jalan-jalan ke candi Borobudur dan candi Prambanan bersama kawan-kawan.

Para Biksu dan umat Buddha menerbangkan lampion di pelataran Candi Borobudur (Kompas.com/Ika Fitriana)
Para Biksu dan umat Buddha menerbangkan lampion di pelataran Candi Borobudur (Kompas.com/Ika Fitriana)

Bila di simak secara seksama, relief-relief yang terpahat di Candi Borobudur dan Candi Prambanan melukiskan makna pohon dalam kehidupan kita.

Lukisan-lukisan itu bila diperhatikan amat seni, sakral dan romantik. Cinta, kedamaian dan persaudaraan dilukiskan dengan menanam pohon beserta segala aktivitas kehidupan manusia dibawahnya. Sementara kebencian dan anarki dilukiskan dengan menebang pohon.

Lebih lanjut, dari penjelasan seorang senior, pohon yang terdapat pada lukisan relief itu adalah pembentukan ruang paling dasar (akar dan tanah= lantai, batang= tiang, ranting dan daun= atap), yang menciptakan keteduhan agar manusia dapat melakukan aktivitas dibawahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x