Mohon tunggu...
Guıɖo Arısso
Guıɖo Arısso Mohon Tunggu... Insinyur - ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Ayo, Petani Indonesia Tanam Porang!

5 Februari 2020   17:49 Diperbarui: 5 Februari 2020   19:53 20864
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bibit porang yang hendak ditanam

Hari ini, Rabu (05/02) sepantauan saya Kompas.com telah merilis sebanyak tiga berita utama terkait umbi tanaman porang.

Di antara ke tiga berita tersebut ada salah satu judulnya yang bikin menghentak jiwa netizen (pembaca). Yakni, "Mengenal Tanaman Porang, Tanaman yang Bikin Banyak Petani jadi Miliarder" disini.

Bila disimak, kolom komentar pada tautan itu dikeroyok habis-habisan oleh netizen yang budiman. Dan kebanyakan dari mereka sebenarnya terkaget-kaget oleh atraksi umbi porang yang ternyata punya harga fantastis.

"Gile.. Ternyata porang ini ada yang beli yak. Gak tau saya. Ditempat saya tumbuh banyak" celutukan salah seorang netizen.

Nah, dari situlah kemudian hati dan jari saya tergerak untuk ikut memperluas eskalasi kabar baik tentang manfaat tanaman porang ini.

Tepatnya sebulan yang lalu, saya juga telah merilis dua artikel mengenai tanaman porang ini disini, Kompasiana. Secara kebetulan, karena beberapa bulan terakhir ini diskursus tanaman porang ditempat saya begitu ramai diperbincangkan.

Baca juga: Bisnis Porang yang Harganya Mulai Bersaing dengan Cengkeh

Baik petani senior hingga yang muda sedemikian termobilisasi bercocok tanam porang. Orang mulai berduyun-duyun dan sesibuk semut keladang sembari memikul bibit porang.

Mengenal Tanaman Porang

Tanaman porang sendiri bermarga Amorphophallus Muelleri. Tanaman porang sendiri  biasanya hidup dan menjamur dihutan belantara. Pun kadang tumbuh dikebun, dipinggiran sungai hingga dipekarangan rumah.

Tanaman porang dewasa biasanya berdiameter 100 cm sampai 250 cm. Sementara untuk umbinya sendiri berada didalam tanah. Ya hampir mirip-mirip umbi-umbian lainnya yang biasa kita tanam dikebun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun