Mohon tunggu...
Reba Lomeh
Reba Lomeh Mohon Tunggu... L☆buan Bajo

Peminat Pertanian, Sosbud dan Filsafat | Jamrud & Boomerang

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Bisnis Porang yang Harganya Mulai Bersaing dengan Cengkeh

7 Januari 2020   14:27 Diperbarui: 8 Januari 2020   14:33 2916 25 13 Mohon Tunggu...
Bisnis Porang yang Harganya Mulai Bersaing dengan Cengkeh
Tanaman (buah) porang| dok.pri FB

Teman-teman di sini tahu nggak tanaman porang? Yup, porang merupakan termasuk tumbuhan bermarga Amorphophallus. Kalau di tempat saya, di Manggarai porang ini sangat mudah ditemui di pekarangan rumah, di hutan dan di ladang/ kebun.

Dari abad-abad yang lalu, tanaman porang di tempat saya tumbuh subur dengan liar. Meski tak sengaja dibudidaya dan dirawat secara intens. Nama lokalnya Wanga. Tapi sesekini orang-orang di tempat saya mendadak dan mulai menaman porang ini dengan gencar dan semangat berdarah-darah.

Konon, tanaman porang ini kaya akan manfaat. Umbi yang tertanam didasar tangkai yang bisa diproduksi dan diolah menjadi produk kesehatan dan kecantikan. Juga untuk pembuatan lem, jelly, bahan baku tepung dan sebagainya. Entah bagaimana prosedur cara mengolahnya.

Kata teman saya yang mulai huru-hara menanam porang itu, segmentasi pemasaran porang ini menyasar ke negeri Sakura (Jepang). Pun berpotensi untuk dikomersilkan, bahkan untuk pasar ekspor.

"Cukup su tanam cengkeh ee.. Beralih ke Wanga (porang) suda!" Seru teman saya dengan bangganya
"Hae.. Ada yang beli itu barang ko?" Sahut saya
"Banyak su ee. Mereka ada timbang itu. Mereka cari 55 ribu sekilo" Tambahnya lagi
"Wuih ngeri ee.. Liat sa besok-besok ni" pekik saya

Begitu kira-kira diskusi kami pada suatu pagi seminggu yang lalu. Tapi hingga kini saya masih mengurungkan niat untuk membudidayakan tanaman porang ini.

Persoalan lahan dan ketersediaan bibit memang sudah ada, kendati demikian saya belum sepenuhnya mendapat wahyu dari langit untuk banting stir dari menanam cengkeh ke porang. Pun bukan bagian dari master plan dari bulan ini.

Geliat Tanaman Porang

Memasuki tahun baru 2020 ini, tanaman porang begitu femiliar dan menjadi diskursus hangat di tengah masyarakat. Terkhusus bagi serumpun petani muda yang berada di reksa wilayah Manggarai Raya.

Eksistensi mengenai tanaman porang ini berseliweran di media sosial. Eskalasinya menembus layar android. Biasa, petani muda memang begitu, aktualisasi diri itu penting bung. Meski kebanyakan narsis dan mengejar pamor. Hahaha

Gambar Umbi tanaman porang
Gambar Umbi tanaman porang

Tapi sedini saya pribadi menaruh bangga bukan kepalang melihat kegesitan petani-petani muda Manggarai ini turun ke ladang. Pun jouk diskusi tidak lagi melulu perihal basa-basi ala milenial yang syarat normatif, melainkan sedini sedikit bergeser ke hal-hal yang produktif.

Kebanyakan dari petani-petani muda ini adalah mereka yang lulusan perguruan tinggi. Yang kebetulan belum bekerja dan atau masih mencari kerja (pengangguran tertutup). 

Melihat fakta ini tentu berkesadaran pada potensi-potensi yang bisa digarap seketika di desa. Ya hitung-hitung untuk membeli rokok dan paketan internet. Iya kan?

Tanaman porang ini memang sudah banyak yang cari. Kebanyakan dari pembeli-pembeli ini adalah mereka yang berasal dari Madiun dan Kediri, Jawa Timur. Pun orang atau sesama pengusaha dari Manggarai juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN