Mohon tunggu...
Kompasianer METTASIK
Kompasianer METTASIK Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis itu Asyik, Berbagi Kebahagiaan dengan Cara Unik

Metta, Karuna, Mudita, Upekkha

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Aduh, Tertipu Lagi, Kapan Karma Burukku Habis?

9 Desember 2022   04:51 Diperbarui: 9 Desember 2022   04:53 695
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sesaat aku baru tersadar, setelah menelpon B berulang kali dan tidak diangkat. Maksudku hanya ingin memperjelas jika transaksi sudah oke.

Mengapa tidak mencoba menelpon nomor B yang lama? Betapa bodohnya diri ini. Sekarang aku baru tersadar. Hanya beberapa saat setelah transaksi itu selesai. "YAH TERTIPU LAGI..."

Aku dan teman baikku gemetar, pikiran tidak menentu, langsung hubungi call center dua puluh empat jam. Menghabiskan waktu cukup lama menjawab pertanyaan operator telpon, walaupun kami minta tolong segera memblokir rekening yang mengaku B.

Tetap saja, operator tersebut tidak berani melakukannya tanpa menyelesaikan pertanyaan. Aku sedih, menyesal melihat wajah teman baikku yang pucat dan putus asa. Rasa bersalah, karena sangat memercayaiku dia pun ikutan tertipu . 

Penipu ini pintar, mengenal  gaya bahasa dan kesukaan temanku B. Sepertinya dia telah mempelajari semua prilaku B. Ia juga menguasai sistem perbankan dengan baik.

Ketika teman baikku berkata kalau limit transfernya tidak mencukupi, muncullah pesan "sebentar dibuatkan virtual account, dengan Virtual account tidak ada limit ". Kami berdua sempat terheran-heran, ternyata benar temanku bisa transfer cukup besar melalui Virtual account.

Malam itu juga kami langsung ke kantor polisi untuk melapor bahwa kami kena tipu. Menjawab berbagai pertanyaan pak Polisi disaat -saat seperti ini sangat membutuhkan kesabaran. Butuh beberapa hari menyelesaikan surat laporan, membuat temanku  menyerah

"Sudahlah Yol, uang kita tidak akan Kembali. "Tetapi aku tetap mempunyai setitik harapan. Kalaupun penipunya tidak tertangkap, minimal Bank bisa memblokir nomor rekeningnya. Berharap  tidak ada orang lain yang tertipu . 

Betapa naifnya pemikiranku, saat sekarang sangat mudah membuat rekening bank tanpa kita tahu. Kartu Tanda Penduduk siapa yang mereka gunakan? Tapi, sudahlah pemikiran tersebut aku abaikan, karena hanya akan menambahkan beban baru di dalam pikiran.

Esok pagi sekali, aku kembali datang ke kantor polisi. Berharap bisa menjumpai bapak Polisi yang masih segar, tidak sibuk sehingga memudahkan ku untuk mendapatkan surat.  

Harapanku berhasil, aku bertemu bapak Polisi yang ramah, bisa berempati, ikut bersedih dengan musibah yang menimpa kami. Tanpa banyak bertanya keluarlah surat tersebut.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun