Mohon tunggu...
Kompasianer METTASIK
Kompasianer METTASIK Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis itu Asyik, Berbagi Kebahagiaan dengan Cara Unik

Metta, Karuna, Mudita, Upekkha

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Keinginan Duniawi Menurut Buddha Dhamma

24 November 2022   04:27 Diperbarui: 24 November 2022   04:39 337
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Keinginan Duniawi menurut Buddha Dhamma (gambar: tbcm.org.my, diolah pribadi) 

Selamat pagi Sahabat Pemirsa yang berbahagia.

Seperti kita ketahui bahwasanya kita sebagai manusia pasti memiliki keinginan. Dan keinginan yang timbul tersebut tentunya kita lakukan demi mencapai kebahagiaan. Apakah demi kebahagiaan diri sendiri, orang lain, atau keduanya.

Tetapi melalui artikel ini, kita hanya membahas tentang keinginan untuk membahagiakan diri sendiri.

Dalam hal spiritualisme khususnya ajaran Buddha atau Dhamma, keinginan bisa dibagi menjadi dua yaitu keinginan duniawi dan non duniawi. Karena kita hidup di bumi, maka keinginan duniawi nampaknya sangat wajar selama tidak merugikan diri sendiri, pihak lain, dan keduanya. Sedangkan keinginan non duniawi jangan sampai dilupakan atau ditunda untuk segera dilaksanakan. Karena hal tersebut sangatlah bermanfaat bagi kehidupan ini dalam waktu yang sangat lama.

Keinginan duniawi bisa dikatakan banyak sekali dan berbagai macam. Seperti segala keinginan yang berhubungan dengan perolehan, kehormatan, dan pujian.

Keinginan duniawi juga bisa berupa keinginan untuk memperoleh umur/usia panjang, kecantikan, kebahagiaan, kemasyhuran, dan kelahiran di surga setelah kematian.

Sejak kita mulai tertarik pada dunia atau dikelilingi objek kenikmatan melalui indra-indra, maka dari sana ada kontak yang muncul dan kontak ini akan menghasilkan perasaan.

Ada tiga jenis perasaan secara garis besar yaitu perasaan menyenangkan, perasaan tidak menyenangkan, dan perasaan yang bukan menyenangkan dan bukan tidak menyenangkan.

Semua itu timbul karena kontak dari indra dan objek yang menghasilkan perasan. Dari perasaan inilah lalu akan muncul nafsu keinginan.

Nafsu keinginan (tanha) ada 3 jenis yaitu

1. Kama tanha yaitu nafsu keinginan untuk memuaskan indra atau mencari kenikmatan indra, kekayaan, kekuasaan, dan pandangan.

2. Bhava tanha yaitu nafsu keinginan untuk selalu ada baik secara internal maupun eksternal.

3. Vibhava tanha yaitu nafsu keinginan untuk menolak, tidak ingin menjadi atau ingin musnah.

Namun di bagian awal dikatakan bahwa keinginan duniawi bisa merupakan keinginan yang wajar yang dikarenakan kita sebagai manusia perlu hidup dan membutuhkan keinginan untuk melakukan suatu pekerjaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun