Mohon tunggu...
Kompasianer METTASIK
Kompasianer METTASIK Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis itu Asyik, Berbagi Kebahagiaan dengan Cara Unik

Metta, Karuna, Mudita, Upekkha

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bapak Menteri Agama Menandatangani Dua Prasasti Bersejarah Umat Buddha

22 Mei 2022   18:29 Diperbarui: 22 Mei 2022   18:41 1117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bapak Menteri Agama Menandatangani Dua Prasasti Bersejarah Umat Buddha (dokpri)

Kamis, 12 Mei 2022, menjelang hari Waisak, merupakan hari bersejarah bagi Vihara Dharma Jaya Toasebio. Sebuah Vihara yang telah berumur 271 tahun masih berdiri kokoh terletak di daerah Glodok kota.

Bertempat di kantor kementerian agama RI jalan Lapangan Banteng Menteri Agama bapak Yaqut Cholil Qoumas menandatangani prasasti sejarah Toasebio. Penandatanganan didampingi oleh Plt Ditjen Bimas Buddha bapak Nyoman Suriadarma dan Pembimas Jakarta bapak Suwanto.

Rombongan yang datang dipimpin oleh Arifin Tanzil sebagai Ketua Yayasan dan Youanto Kenchana Jaya sebagai Dewan Pembina.

Pada kesempatan yang sama bapak Menteri juga menandatangani prasasti Vihara Samakkhidam. Rombongan dipimpin bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera, bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera, bhikkhu Dhammavudo, bhikkhu Thanuttharo beserta bhikkhu lainnya dan tim pembangunan Vihara Samakkhidam.

Bapak Menteri Agama Menandatangani Dua Prasasti Bersejarah Umat Buddha (dokpri)
Bapak Menteri Agama Menandatangani Dua Prasasti Bersejarah Umat Buddha (dokpri)

Dalam sambutannya menteri menyambut gembira peresmian kedua prasasti. Menteri mengatakan usia Vihara 271 tahun jauh lebih tua dari usia republik kita Indonesia. Lebih lanjut, menteri menyebutkan penandatanganan ini merupakan simbol bagaimana pemerintah Indonesia menghargai kehidupan beragama warga negaranya.

Harapan menteri, peresmian kedua prasasti dapat membawa manfaat kehidupan beragama, terutama agama Buddha dan membawa kedamaian bagi bangsa yang kita cintai bersama.

Kelenteng Hong San Miao atau keleteng Toasebio sudah berdiri jauh sebelum peristiwa geger pecinan tahun 1740. Suatu perjalanan sejarah yang cukup panjang. Menurut Ketua Yayasan Vihara Toasebio, Arifin Tanzil, pembuatan prasasti sejarah adalah untuk meresapi perjuangan para pendahulu. Mereka telah membangun jalan agar dapat dilalui oleh generasi sekarang.

Mengapresiasi dan menghayati kerjas keras para moyang yang secara ikhlas dalam mendirikan dan mengembangkan Toasebio hingga mencapai kondisi sekarang.

Bapak Menteri Agama Menandatangani Dua Prasasti Bersejarah Umat Buddha (dokpri)
Bapak Menteri Agama Menandatangani Dua Prasasti Bersejarah Umat Buddha (dokpri)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun