Mohon tunggu...
Greg Satria
Greg Satria Mohon Tunggu... Wiraswasta - FOOTBALL ENTHUSIAST

Learn Anything, Expect Nothing

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Marselino Ferdinan Jadi Bukti Bertautnya Harapan, Proses, dan Momentum

23 April 2024   21:20 Diperbarui: 24 April 2024   17:00 1080
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Selebrasi gelandang Indonesia, Marselino Ferdinan, seusai mencetok gol ke gawang Irak pada laga Grup D Piala Asia 2023 di Stadion Ahmed bin Ali, Qatar, Senin (15/1/2024). (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)

Pecinta sepak bola Indonesia tentu sudah menginsafi siapa itu Marselino Ferdinan. Gelandang berusia 19 tahun tersebut menjadi Man of The Match pada laga Minggu (21/4/2024) lalu, di mana Timnas Indonesia U-23 sukses kalahkan Yordania dengan skor 4-1. Dua gol Marsel, sapaan akrabnya, membantu Indonesia lolos ke perempat final Piala Asia U-23.

Brace Marselino menit ke-23' (penalti) dan 70', gol indah Witan Sulaeman menit 40' serta sundulan kepala Komang Teguh menit 86' hanya bisa dibalas sebiji oleh Yordania, via gol bunuh diri Justin Hubner menit 79'. 

Kini punggawa Garuda Muda tengah melemaskan otot-ototnya, serta mempersiapkan fisik, taktik dan mental untuk menghadapi Korea Selatan di babak selanjutnya. Perempatfinal antara Indonesia versus Korea Selatan akan berlangsung Jumat, 26/4/2024 dini hari WIB.

Berkaca dari pertandingan melawan Yordania, lini depan Garuda Muda bermaterikan trio Marselino, Witan, dan Rafael Struick mengalami kemajuan pesat dibanding dua laga sebelumnya. Umpan kombinasi mereka kian presisi sehingga bisa membongkar pertahanan Yordania yang cukup solid ketika melawan Australia dan Qatar.

Rafael Struick dengan kengototannya mampu mempertahankan bola lewat screening kuat. Witan, Sang Baby Shark, punya kaki kiri ajaib untuk kirim bola ke sudut yang ia inginkan. 

Dan terutama Marselino Ferdinan, gelandang menyerang beratribut lengkap. Cerdas dalam bertahan, serta bisa mengkreasi serta menyelesikan peluang.

Bermain di KMSK Deinze, Marselino diharapkan terus mempertajam karier Eropa-nya di usia yang masih tergolong muda. Performa gemilang di Piala Asia (senior) 2023 lewat sebuah gol melawan Irak, sukses dilanjutkan melalui dua gol pada Piala Asia U23 sejauh ini. Semoga, para talent scout klub-klub besar Eropa telah melirik bakatnya. 

Pada artikel ini saya akan mencoba membedah bagaimana Marselino Ferdinan, bisa dijadikan role-model pemain yang berkembang dari belantika sepak bola lokal Indonesia. Pertautan kepercayaan diri, dukungan orang terdekat, proses, serta momentum tepat menjadikannya melesat menjadi salah satu pemain terbaik Merah Putih.

Kepercayaan Diri dalam Setiap Harapan

Marselino memulai karier sepak bolanya dengan mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB) di Surabaya pada saat menginjak kelas 2 SD. Dalam podcast Tiento Indonesia, diceritakan Marselino hadir di SSB tersebut ketika menemani kakaknya berlatih. Bagi yang belum mengetahui, Marsel adalah adik dari Oktafianus Fernando.

Marselino Ferdinan mengemban ban kapten timnas U19 2022 dalam ajang Piala AFF U19 2022. (Sumber: Dok. PSSI) via kompas.com)
Marselino Ferdinan mengemban ban kapten timnas U19 2022 dalam ajang Piala AFF U19 2022. (Sumber: Dok. PSSI) via kompas.com)

Oktafianus Fernando sudah malang melintang di kompetisi liga Indonesia, dan kini kembali lagi berlabuh di Persebaya Surabaya setelah merantau ke PSIS Semarang dan Persipal BU.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun