Mohon tunggu...
Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Mohon Tunggu... Petani - Pegiat ComDev, Petani, Peternak Level Kampung

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Eksistensi Komunitas Bali di Kampung Bali Sadhar, Way Kanan

25 Juli 2022   06:48 Diperbarui: 25 Juli 2022   08:21 2427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu parade budaya Bali di Bali Sadhar, Banjit, Way Kanan, Lampung. Dok  lampung.tribunnews.com

Eksis dan Rukun Walau Tampil dengan Identitas Bali

Lima puluh sembilan tahun, adalah suatu proses perjalanan yang cukup panjang. Meskipun telah beradaptasi dan bergaul dengan suku bangsa lain, identitas Balinya tetap dipertahankan.

Di Banjit sendiri, tercampur berbagai suku yang hidup rukun. Ada etnis asli Lampung, Jawa, Sunda, Ogan, Semende, Banten, Minangkabau, Batak dan beberapa etnis lainnya. Mereka hidup dengan damai, sekalipun masing-masing mempertahankan identitasnya.

Selain terkonsentrasi di Kampung Bali Sadhar, komunitas Bali juga bercampur di kampung-kampung lain. Namun keberadaan mereka di kampung lain, tak sedominan di BSU, BST, dan BSS.

Bali Sadhar Utara, merupakan komunitas yang berasal dari Karangasem. Sementara Bali Sadhar Tengah didominasi oleh komunitas Bali asal Tabanan, Bangli, dan Singajara. Sedangkan komunitas asal Klungkung dan Nusa Penida lebih banyak terkonsentrasi di Bali Sadhar Selatan.

Sejarah mengenai perjalanan komunitas Bali menuju Lampung, lalu berkembang biak di Banjit ini dapat dibaca pada beberapa literatur. Salah satunya, referensi Arifin, Zainal. 2020. "Kami Bali-Lampung: Politik Identitas Etnik Bali Migran dalam Masyarakat Multikultural Way Kanan, Lampung". Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7 (1) : 47-62.  

Cara mengetahui keberadaan keluarga Bali di sini, adalah dari ukiran relief pada rumah. Pada satu bagian depan rumah mereka, ada tempat pemujaan sesuai dengan agama Hindu yang dianut. Dari yang bentuknya kecil, hingga besar dan disebut Pura keluarga.

Selain ciri relief dan tempat pemujaan di depan rumah, kita juga dapat mengetahui rumah komunitas Bali dengan adanya sesajen dan janur kelapa. Ditambah dengan tanaman pohon kamboja.

Beberapa hal menarik yang dapat disaksikan dan diabadikan oleh pengunjung yang datang ke Kampung BSU, diantaranya adalah:

Rumah Berelief

Rumah salah seorang penduduk di Kampung BSU bernuansa Bali. Dok pribadi
Rumah salah seorang penduduk di Kampung BSU bernuansa Bali. Dok pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun