Mohon tunggu...
Gitanyali Ratitia
Gitanyali Ratitia Mohon Tunggu... Professional

47 yrs old Mom with 3 kids, Fans of Marilyn Monroe, Jazz & Metallica , Bali - Java SPA Owner, Positive thinker, Survival. Reiki Teacher, Angelic healer, Herbalis. I’m not the girl next door, I’m not a goody goody, but I think I’m human and I original. Life Is beautiful but sometimes A Bitch and someday It F***s You In The Ass but heeey dude! be positive.

Selanjutnya

Tutup

Sosial Budaya Pilihan

10 Alasan Mengapa Terjadi Perceraian

15 Oktober 2014   00:03 Diperbarui: 17 Juni 2015   21:01 0 0 0 Mohon Tunggu...
10 Alasan Mengapa Terjadi Perceraian
14133268151106454628

[caption id="attachment_366498" align="aligncenter" width="560" caption="Ilustrasi / Dok. huffingtonpost"][/caption]

Kemarin saya diskusi dengan seorang teman baik di rumah, kita menghabiskan sore menjelang senja dengan bertukar pikiran sambil minum teh dan kudapan. Vanessa temanku seorang perempuan cantik dari Bolivia, masih muda berumur 28 tahun, status  menikah dan belum mempunyai anak.

" Kamu menarik, atraktif, out spoken, kind dan selalu happy go lucky person, kenapa pernikahanmu failed sampai dua kali?"  tanya Vanessa kepadaku.

"Ini sanjungan, pujian atau sarcasm ?" aku balik bertanya kepadanya.

"Well itu tidak penting, tell me whats going on my Dear, hanya laki-laki bodoh yang berani menyampakkanmu !"

Hahahahah saya ngakak terlalu keras mendengar kata-kata Vanessa. Ternyata itu sarcasm dirinya kepadaku dan bukan sanjungan toh?

Oke mari kita bahas mengapa pasangan sampai harus bercerai. Kalau saya pribadi, perselingkuhan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan karena saya orangnya bertipe setia. Tetapi kalau hal-hal lain mungkin anda jangan mempercayai saya, bisa jadi saya orangnya egois, mau menang sendiri , otoriter , sadis , galak, susah diatur dan banyak maunya, Siapa tahu iya khan?.

Tujuan dari perkawinan itu sendiri adalah berjanji untuk hidup berdua suka senang di tanggung bersama, tetapi kalau sudah mentok tidak ada jalan keluarnya kenapa mesti di pertahankan?. Tentunya memutuskan bercerai bukan dengan asal-asalan, karena perceraian itu MENYAKITKAN!, Menyakitkan untuk kedua pihak, untuk anak-anak juga. Jadi janganlah perceraian di jadikan alasan mudah untuk mencari jalan keluarnya .

Berikut Penyebab Perceraian yang telah kami diskusikan , semoga bermanfaat buat kita semua.

1. Kurangnya komunikasi.

Ini adalah salah satu alasan utama mengapa perceraian terjadi. Jarak anda dengan pasangan akan semakin renggang kalau komunikasi macet. Jangan pernah memendam sendiri perasaan atau uneg-uneg di hati . Sebuah hubungan yang sukses adalah terus-menerus menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Saya belajar tentang kegagalan perkawinan sebelumnya , sekarang ini semua uneg-uneg dan perasaan senang , susah , gembira tidak pernah saya simpan sendiri, saya selalu share dengan pasangan. Kecuali bon-bon belanja sepatu atau baju yang melebihi kuota akan saya simpan dengan baik .

2. Keuangan.

Uang berbicara dan dapat membuat hidup Anda lebih baik atau dalam beberapa kasus lebih memburukan kehidupan  Anda. Jika uang menjadi topik konsisten ketidaksepakatan dan pertengkaran biasanya jalan menuju perceraian sudah dekat. Kuncinya adalah perencanaan keuangan. Buatlah persetujuan sebelum menikah atau istilahnya  Prenuptial Agreement tentang bagaimana pengelolaan uang yang baik bagi kedua pihak. Memang kelihatannya menyakitkan tetapi percayalah kepada saya hal ini  akan bermanfaat dikemudian hari seandainya terjadi hal-hal seperti ini. Bukankah sedia payung sebelum hujan adalah Motto yang telah kita ketahui sejak SD kenapa tidak diterapkan?

Ini contoh Prenuptial Agreement kalau anda ingin melihat :

http://www.lawdepot.com/contracts/prenuptial-agreement/#.VDzvk7CsXfI

3. Merasa dibatasi.

Anda mungkin merasa pernikahan terlalu mengekang anda untuk kembali mencapai pencapaian tertentu dan mendapat kesempatan bagus mungkin di karir atau di organisasi. Jika pasangan Anda tidak dapat mendukung Anda sepenuhnya dengan pencapaian anda, bagi saya maka mereka tidak mendukung pernikahan tersebut.  ( If your partner can’t support you, then they don’t support the marriage).

4. Kepercayaan.

Apakah Anda benar-benar mempercayai pasangan Anda? Kepercayaan adalah salah satu faktor utama dalam memiliki hubungan yang sukses dalam pernikahan. Pernikahan Anda tidak mungkin bisa bertahan  jika Anda tidak percaya pasangan Anda. Berilah kepercayaan penuh untuk pasangan karena kalau anda tidak mempercayainya mengapa anda menikahinya bukan?

5. Harapan Untuk Pasangan.

Ketika harapan yang kita tumpukan ke pundak pasangan tidak terpenuhi, maka harapan dapat membebani  pada hubungan perkawinan dan itu membahayakan. Kita berharap pasangan kita begini atau begitu sesuai dengan kemauan kita tetapi tanpa disadari harapan itu menyebabkan konflik seandainya salah satu atau pasangan lainnya disatu pihak tidak  berusaha untuk mengorbankan waktu dan kenyamanan mereka untuk memenuhi harapan tersebut. Intinya jangan terlalu menaruh harapan pasangan akan memenuhi segala aturan dan keinginan kita , jadi berkompromi itu lebih baik dan mencari jalan tengahnya.

6.Pasangan Anda tidak mengerti dan tidak memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda.

Ini sesuatu yang umum bahwa kita semua memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda . Pasangan yang tidak mengerti keinginan dan kepentingan Anda dia tidak akan berusaha untuk menyenangkan dan tidak akan berbuat sesuatu untuk mengambil hati anda. Ini bahaya untuk kelangsungan kehidupan perkawinan anda , karena anda merasa tidak diperhatikan , tidak di manja dan terabaikan.

7. Perubahan dalam gaya hidup.

Pasangan yang tidak bisa diajak kompromi dan bijaksana dalam menyikapi perubahan hidup biasanya dia  tidak dapat beradaptasi dengan perubahan baru dan bersama-sama dalam harmoni.

8 Rasa tidak aman.

Kecemburuan dan rasa tidak aman dapat menyebabkan pertengkaran bertubi-tubi. Mencurigai masing-masing pihak dan mempertanyakan niat masing-masing dapat menyebabkan hubungan bertambah terkikis hingga mustahil hubungan suami istri bisa terus langgeng.

9. Perbedaan Agama dan Budaya.

Keyakinan agama dan nilai-nilai budaya dapat menyebabkan konflik, yang mempengaruhi cara Anda menjalani hidup Anda dan membesarkan anak-anak Anda. Jika Anda tidak berkomitmen untuk beradaptasi, menghargai dan berlatih tentang nilai-nilai ini, ini bisa menjadi deal breaker utama yang menyudahi perkawinan .

10. Kekerasan Rumah Tangga

jika Anda sudah berada di situasi di mana pasangan Anda telah kasar atau mengendalikan anda dengan cara apapun, bicarakan hal ini secara rasional dahulu dengan pasangan Anda. Jika perlu hubungi keluarga yang dipercaya, teman, atau pengacara Anda tentang hal ini. Setelah semuanya tidak terselesaikan lapor ke Polisi dan segera tinggalkan rumah demi keselamatan anda. Terdengar mudah tetapi tidak sama sekali, anda dan saya membutuhkan insting, perasaan , pertolongan baik dari orang-orang dan nasib baik . Seandainya mengalami kekerasan rumah tangga hanya anda yang bisa menghentikannya .

Sebelum Anda mengatakan kata "BERCERAI"

Ketika seseorang memiliki alasan yang sah dan kuat untuk bercerai, dia tahu dimana harus pergi dan tentu saja melalui proses yang rumit dan berbelit-belit. Tetapi Sebelum Anda memutuskan untuk bercerai, berbicaralah dan konsultasi dulu dengan keluarga, konselor perkawinan  dan pengacara perceraian yang berpengalaman untuk mendiskusikan kasus Anda . Seorang pengacara perceraian kadang dapat bertindak  sebagai konselor juga karena mereka banyak sekali berpengalaman dalam hal-hal seperti ini .

Perceraian adalah sesuatu hal yang tidak baik dan harus sebisa mungkin di hindari , tetapi menurut saya kalau dalam kehidupan perkawinan anda keselamatan anda dan anak-anak sudah terancam maka lebih baik menyudahi perkawinan adalah sesuatu tindakan yang harus diambil secepatnya. Karena dari berbagai pengalaman biasanya pasangan yang melakukan tindakan kekerasan rumah tangga  akan berusaha untuk merubah tabiatnya kalau sedang dalam mood yang baik tetapi kalau terlibat argument dia akan mengulangi perbuatannya lagi , lagi dan lagi terhadap anda. So keputusan untuk mengkhiri memang di tangan anda!