Mohon tunggu...
Giovani Yudha
Giovani Yudha Mohon Tunggu... Freelancer - Gio

Sarjana HI yang berusaha untuk tidak jadi Bundaran

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Federico Valverde: Kegigihan Si Anak Bawang hingga Jadi Bintang Lawan Liverpool

19 April 2021   00:32 Diperbarui: 19 April 2021   01:05 1113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jadi, penggunaan pain killer ini hanya untuk kebutuhan mendesak plus tidak bisa terus-menerus dan biasanya setelah disuntik, pemain akan diistirahatkan dan disembuhkan sesuai dengan waktunya tanpa "jalur singkat" seperti disuntik ini.

Pengorbanan Membuahkan Hasil

Ilustrasi Valverde Man of the Match - Sumber: Whoscored.com
Ilustrasi Valverde Man of the Match - Sumber: Whoscored.com
Terbukti pada laga lawan Liverpool kemarin, Fede menjadi pemain terbaik pertandingan atau Man of the Match versi WhoScored. Terpilihnya  bukan tanpa alasan melainkan karena performanya yang menawan. Fede mampu menahan rasa sakitnya hingga bermain full time alias 90 menit dan sukses melakukan 3 tackles, 2 clearances, dan 9 interceptions. 


Penyebab dirinya menjadi man of the match juga karena performanya di lapangan sama sekali ngga kelihatan kalau cedera. Malah saya juga baru tau Fede cedera pas sesudah pertandingan karena pas pertandingan berlarian ke-sana-kemari dan punya kontribusi besar mencegah Liverpool mencetak gol seperti video di atas. Atas kontribusinya tersebut, Real Madrid pun mampu lolos ke babak semifinal bertemu dengan Chelsea.

Anak Bawang dalam Dunia Sepakbola Eropa

Ilustrasi Awal Karier Valverde di Real Madrid - Sumber: Marca.com
Ilustrasi Awal Karier Valverde di Real Madrid - Sumber: Marca.com

Dalam dunia sepakbola Eropa, anak bawang sudah harus menghadapi tantangan dan kenyataan yang begitu keras dan berat. 

Mengapa demikian?

1. Pertama, proses menjadi anak bawang sendiripun tidak mudah dan ketat. Proses di mana harus bersaing dengan calon anak bawang lainnya untuk menunjukkan kemampuan di depan para scout bahwa mereka layak dipilih untuk bergabung ke klub. 

2. Kedua, ketika sudah terpilih untuk bergabung, klub akan memilih apakah si anak bawang ini lebih baik langsung ke tim utama atau ke tim akademi terlebih dahulu. Biasanya, untuk anak bawang berusia di bawah 20 tahun, mereka akan ditaruh di tim akademi untuk "belajar" atau bisa aja sih ditaruh ke tim utama kalau memang sesuai kebutuhan atau sifatnya urgent.

3. Ketiga, bukan sesuatu yang mustahil anak bawang akan dibuang begitu saja. Setidaknya, ada pilihan-pilihan untuk menentukan masa depan anak bawang seperti:

  • Bagus dan sesuai kebutuhan --> masuk ke tim utama
  • Lumayan dan masih bisa berkembang --> dipinjamkan ke tim lain untuk menambah pengalaman dan menit bermain
  • Tidak ada perkembangan atau buruk --> dijual ke tim lain atau tidak dikontrak atau dilepas (release fee)

Dunia sepakbola saat ini bisa dibilang tuntutannya tinggi sekali, contoh nyatanya ada di sosok Alen Halihovic. Sosok yang diagung-agungkan oleh media sebagai Messi dari Kroasia ini bisa dibilang menjadi korban kerasnya perlakuan anak bawang dalam dunia sepakbola. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun