Mohon tunggu...
Sr. Gaudensia Habeahan OSF
Sr. Gaudensia Habeahan OSF Mohon Tunggu... Guru - Biarawati
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hidup ini indah, seindah saat kita dapat berbagi dengan sesama

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Sedikit adalah Lebih

12 September 2020   21:08 Diperbarui: 12 September 2020   21:05 178
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tadi sore saya dan teman-teman berkunjung kesebuah rumah mini. Rumah itu memang unik dan sengaja didesain seunik mungkin. 

Saya katakan unik karena segala sesuatu yang ada didalam rumah itu terlihat unik tidak seperti yang biasanya kita jumpai dalam rumah -rumah keluarga.

Misalnya ruang tamu yang dihiasi sofa dan hiasan dinding lainnya. Atau dapur yang dilengkapi dengan peralatan dapur yang seharusnya. 

Rumah itu hanya dialasi dengan tikar bambu diatasnya ada beberpa bantal yang dijadikan sebagai tempat duduk. Selebihnya rak kecil tempat-tempat album,buku dan lain-lain.

Akhirnya saya katakan pemilik rumah ini adalah orang yang unik.selain dia Berbadan kecil dan mungil dan masih menjomblo. Hehehe. .juga humoris banget. Jarang saya temukan orang sejenis ini ha..ha

Sejak kami tiba hingga kami pulang ada hal yang mengganjal dihati saya dan saya ingin sekali tertawa lepas tapi saya mencoba menahannya. 

Awal kami datang disuguhi segelas kopi, tapi gelas kopinya kecil ,sekali minum habis toh...tidak seperti gelas yang dirumah yang biasa saya pake. Setelah itu disuguhi lagi bolu, tapi potongannya kecil-kecil,sekali gigit ludes...ada sekitar 10 potong sementara kami yang akan menyantap nya ada 6 orang. 

Kami saling melirik dan tersenyum bersama. Mungkin kalau kue itu disatukan menjadi potongan kue yang biasa hanya 3 potong saja. Karena rasa enggan dan segan Akhirnya kue itu sisa 4 potong. 

Sembari kami melanjutkan snack ringan, ibu itu menawarkan makan malam bersama ditempat itu. Dengan senang hati kami menerima tawaran itu. Barangkali ibu itu pesan makanan lewat Go-food karena sekitar 20 menit makanan sudah disajikan. 

Hal yang sama terjadi lagi, nasi kami cuma ada satu bakul (keranjang nasi yang biasa dipakai di restoran lesehan). Daging ayam 7 potong dan sayurnya cukuplah dikit-dikit. Sementara kami yang akan menyantapnya ada 7 orang. 

Bukan maksudnya untuk mengejek pemberian itu, tapi saya kan tau cara makan saya dan teman-teman . Lagi-lagi kami saling melirik dan menahan senyum. ORG. Muncul ekspresi spontan ketika melihat sajian yang sedikit tak sebanding dengan jumlah orang yang mau makan. Tidak apa-apa dinikmati saja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun