Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Di Balik Pesona Golden Bridge Penghubung Cinere - Pondok Cabe

7 April 2015   07:13 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:26 12652
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_408209" align="aligncenter" width="560" caption="Spanduk yang menginformasikan sedang dibangunnya Pusat Studi Al Quran, terpasang di seberang Eat Republic. (Foto: Gapey Sandy)"]

142836438144712289
142836438144712289
[/caption]

Belum pasti, apakah Kompleks PSQ termasuk dalam kawasan property South City, atau hanya kebetulan lokasi pembangunannya berdampingan saja. Yang jelas, Zayadi, salah seorang staf PSQ---ketika dihubungi penulis via telepon---membenarkan, bahwa di lokasi tersebut memang akan dibangun PSQ. “Insya Allah, rencananya, secara fisik akan dibangun masing-masing empat lantai. Di lokasi Kompleks PSQ ini akan terdapat bangunan Masjid Baitul Qur’an, Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Studi Al Qur’an se-Indonesia, Pondok Pesantren, dan Asrama yang diperuntukkan bagi para pasca hafiz atau penghafal Al Qur’an. Disebut pasca hafiz, karena nantinya kami hanya akan menerima para santri yang sudah hafal 30 juz Al Qur’an, untuk kemudian belajar mendalami tafsir-tafsir ayat kitab suci Al Qur’an,” tuturnya sembari mempersilakan penulis bertandang ke kantor PSQ yang beralamat di Jalan Kertamukti, Ciputat.

Sementara itu, dalam situs Pusat Studi Al Qur’an, ditemukan paparan bermuatan sambutan Prof Dr Nasaruddin Umar MA selaku Wakil Menteri Agama RI, ketika melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan PSQ. Acara yang dilaksanakan pada 10 Desember 2014 itu dihadiri Prof Dr M Quraish Shihab MA selaku Direktur PSQ, dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang mengenakan busana dinas berpadu dengan jilbab kuning keemasan.

Dalam sambutannya, Prof Dr Nasaruddin Umar MA menuturkan, “Kita akan memancangkan sejarah Pusat Studi Al Qur’an. Kalau kita meihat company profile-nya, obsesi kita adalah akan menjadi Pusat Stud Al Qur’an yang obsesinya terbesar di Asia Tenggara, nanti akan kita merealisasikannya, dan insya Allah ke depan Indonesia akan menjadi pusat peradaban Islam seperti halnya negara-negara Islam di Timur Tengah,” urai Nasaruddin yang kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959, sekaligus Wakil Direktur PSQ ini.

[caption id="attachment_408210" align="aligncenter" width="416" caption="Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany ketika meresmikan pencanangan pembangunan tiang pertama Kompleks Pusat Studi Al Qur�an (PSQ), pada 10 Desember 2014 lalu. (Foto: Dok. PSQ)"]

14283644401746267811
14283644401746267811
[/caption]

* * *

Di South City, membentang sebuah jembatan yang diberi nama Wiraland Golden Bridge. Desain jembatan ini berkelok. Inspirasinya diambil dari seekor ular naga. Di tengah-tengah jembatan, atau sebagai pembatas jalan, terdapat tiang-tiang yang sengaja didirikan dengan ketinggian berbeda, mulai dari pendek, sedang, tinggi, lalu sedang, dan pendek lagi. Punggung naga, itulah inspirasi yang tercermin dari jajaran tiang-tiang tersebut. Tapi, tiang-tiang yang dicat berwarna keemasan itu juga memiliki makna tersendiri, yaitu serupa dengan tongkat naga.

Menurut sang arsitek jembatan, Hendra Wijaya, kelokan pada jembatan diambil dari filosofi punggung naga, dan tiang-tiang warna emas itu sebagai tongkat naga. Ini melambangkan kejayaan masa depan,” jelasnya.

Jembatan yang dilengkapi lampu penerang jalan berikut lampu sorot di kanan - kiri sepanjang tongkat naga dari ujung ke ujung ini, memiliki lebar 26 meter (satu row lebarnya 11 meter, dan sisanya untuk pemasangan separator jalan), panjang jembatan 40,6 meter, dan flyover sepanjang 130,6 meter. “Struktur jembatan dan flyover menggunakan autmen atau yang disebut sebagai pangkal jembatan dan kepala pilar, atau yang lazim disebut dalam ilmu konstruksi sebagai pier head. Sedangkan untuk rangka jembatan menggunakan balok ginder. Adapun lantai jembatan mempergunakan pelat beton bertulang. Sementara untuk finishing jembatan, menggunakan aspal,” ungkap Hendra lagi.

[caption id="attachment_408211" align="aligncenter" width="560" caption="Wiraland Golden Bridge. Jembatan penghubung Cinere - Pondok Cabe yang berkelok dengan terdapat tiang-tiang berwarna keemasan yang terinspirasi dari punggung naga dan tongkat naga. (Foto: Gapey Sandy)"]

14283645231566587627
14283645231566587627
[/caption]

[caption id="attachment_408212" align="aligncenter" width="560" caption="Tiang-tiang yang terinspirasi dari punggung dan tongkat naga berwarna keemasan. Nampak dari dekat. (Foto: Gapey Sandy)"]

14283645911978178414
14283645911978178414
[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun