Mohon tunggu...
Gandi Angriawan
Gandi Angriawan Mohon Tunggu... Ruang Ngopi

Semoga bisa memberikan manfaat, menghibur, menemani.

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Ramadan Sebagai Cara Allah Meningkatkan Ketakwaan Umat yang Beriman

1 Mei 2021   10:59 Diperbarui: 1 Mei 2021   10:59 400 2 0 Mohon Tunggu...

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al Baqarah ayat 183)

Ramadan tidak akan selamanya menetap. Seperti bulan yang mengelilingi bumi, selalu bergerak kesana kemari sesuai jalurnya, tidak pernah berhenti. Hanya nyawa kita yang akan berhenti. Kita tidak tahu, apakah akan berhadapan kembali dengan ramadan? Tidak ada jalan lain bagi kita selain memaksimalkan setiap kali kita memasuki bulan suci itu, dengan mengabdi kepada Ilahi.

Banyak sekali jalan bagi sang pencipta dalam meningkatkan kualitas iman dan taqwa umat-Nya. Perintah dan larangan pun menjadi intisari, sebagai jalan dalam membina karakter umat sehingga menjadi manusia yang luar biasa dalam berkeyakinan dan taat. Para utusan-Nya terdahulu menjadi bukti betapa hebatnya pembinaan yang diarahkan oleh sang pencipta.

Berpuasa pada bulan ramadan, diantara perintah Allah yang akan membimbng kita ke arah yang lebih baik. Sehingga akan mampu menjauhi segala bentuk maksiat, yang sejatinya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ketika waktu itu hampir tiba, sebulan dalam setahun, Allah memanggil kepada seluruh orang yang beriman untuk segera bersiap menghadapi bulan itu. Bulan yang penuh dengan ampunan dari-Nya. Siapakah orang yang beriman itu?

Orang yang memiliki iman dalam hatinya, tidak pernah berhenti memikirkan ayat-ayat Allah, yang tertulis maupun yang tertulis pada lingkungan sekitar. Selalu mempelajarinya sehingga bertambahlah pengetahuan dalam hati dan pikirannya, hal itu akan semakin menumbuhkan keimanan dalam diri kepada Ilahi. Dari setiap ayat dan peristiwa yang berada disekitarnya, menjadikan ia selalu yakin akan kekuasaan Allah. Tatkala ayat suci Al Quran didengarnya, bergetarlah hati, semakin kuat pula iman dalam diri.

Kemudian bagaimana lisannya orang yang beriman? Ia akan berani mengucapkan yang benar, sebagaiman yang Allah wahyukan. Ia juga akan berani berkomitmen, mengikrarkan perkataan yang memperkuat keyakinannya kepada sang pencipta.

Setelahnya berkomitmen, maka siaplah jasadnya memberikan bukti tentang apa yang sudah diikararkan. Menjalankan semua yang menjadi kewajibannya kepada Allah, tentu saja itu akan membawa kebaikan jika dilaksanakan. Jasadnya juga tidak akan segan meninggalkan yang menjadi larangan-Nya.

Hal itu yang harus ada pada diri kita, sebagai orang yang beriman. Tentu semua itu tidak mudah dalam membiasakan diri supaya iman itu benar-benar menancap kuat dalam hati, hingga pada saat kita mati mengucapkan dua ikrar yang pernah kita ucapkan. Iman itu dibina tidak cukup sehari atau dua hari, hitungan tahun, akan tetapi sampai akhir hayat nanti.

Sejalan dengan tugas kita di bumi ini, mengabdi kepada Allah. Selama menjalankan kewajiban ibadah itulah kita sedang dibina dan dibimbing oleh Allah melalui utusan-Nya agar kita, ketika mati nanti berada dalam keimanan yang tidak bisa dilepaskan, akan terus dibawa sampai ke alam kubur, dan tidak akan pernah luntur.  

Beribadah di bulan suci ramadan, menjadi jalan sebuah pembiasaan baik yang akan tertanam dalam diri setiap orang yang beriman. Maka kita harus menjadikan ibadah puasa sebagai suatu kesempatan dari Allah, dalam meningkatkan ketakwaan kita. Takwa dengan sebenar-benarnya, yang akan mendatangkan rahmat dari-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN