Mohon tunggu...
Muhamad Jalil
Muhamad Jalil Mohon Tunggu... Orang pinggiran

Write what you do

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan

Ramadan di Rumah Saja

17 Mei 2020   07:34 Diperbarui: 17 Mei 2020   07:37 6 2 0 Mohon Tunggu...

Ramadan tahun ini, kami sekeluarga masih menjalani puasa di rumah. Akibat pandemi ini, puasa tidak bisa berjalan seperti puasa-puasa sebelumnya.

Jika sebelum pandemi, kegiatan ramadan dipusatkan di dalam masjid. Dari acara tadarus, takjil, kultum, sholat tarawih, dan sholat berjamaah. Namun kini semua harus diliburkan karena ada penyebaran covid-19.

Diliburkan bukan berarti tidak melakukan aktivitas ibadah sama sekali. Hanya saja kegiatan itu dialihkan di rumah masing-masing.

Masjid dekat rumah sangat mematuhi protokol baik yang dikeluarkan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Pusat. Program social distancing dan physical distancing benar-benar di jalankan dengan baik.

Kegiatan TPA yang sedianya dikerjakan sore hari menjelang berbuka puasa. Kini anak-anak dialihkan mengikuti kegiatan Ramadan From Home melalui kanal-kanal media online. Pembagian takjil yang biasanya dilanjutkan buka bersama, kini masjid tetap  menyediakan takjil, namun harus dibawa pulang.  

Kegiatan ceramah agama juga disiarkan lewat virtual. Banyak sekali organisasi keagaman melakukan live streaming tausiyah sebelum berbuka atau sehabis tarawih. Banyak pilihan, tetapi memang harus memiliki kuota agar mengaksesnya.

Intinya puasa tahun ini, sungguh sangat berbeda. Semua dikerjakan dan berbasis stay at home. Pray from home dan work from home. Begitulah kira-kira.

Satu sisi, kami memang kehilangan nuansa ramadan yang hangat da meriah. Namun sisi lain kita harus patuh dan taat agar pandemi ini agar segera berakhir.

Namun sangat disayangkan kepatuhan untuk tetap stay at home, tidak semua warga tanggap dan peduli tentang hal ini. Kerumunan dan aktivitas bergerombol masih didapati di tempat lain.

Padahal pemerintah sudah mengimbau untuk melakukan PSBB. Namun nyatanya tidak berjalan efektif. Sebagian warga kita nampak cuek dan bebal akan himbauan ini. Jika kondisinya demikian bukan tidak mungkin pandemi ini akan berlangsung lebih lama. Akibatnya semua aspek akan terpuruk. Termasuk kegiatan ibadah harus dibatasi, semua dikerjakan di rumah.

Pastilah semua kejadian ada hikmah baik di dalamnya. Satu misal, aku bisa menghabiskan waktuku bersama keluarga. Khususnya bisa sholat jamaah dan tarawih secara intensif di rumah.

Kesempatan ini sangat sulit ditemukan mungkin, jika tidak ada pandemi corona ini. Aku jadi lebih banyak belajar lagi dan mengulang lagi bacaan surat pendek untuk bacaan sholat tarawih.

Tak hanya dalam lingkup ibadah, dalam aspek pendidikan, kami juga banyak waktu untuk mengikuti perkembangan anak-anak dalam mengikuti sekolah di rumah. Kami ikut mendampingi anak-anak selama diberi tugas oleh gurunya lewat media online.



Itulah secuil baik buruknya pandemi ini. Semua orang tentu pandemi ini segera selesai. Biar semua kegiatan berjalan normal kembali. Dan kita bisa melakukan aktivitas ramadan di masjid kembali.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x