Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Rasanya Menjadi Siswa "Kelas Tablet"

12 Oktober 2021   03:09 Diperbarui: 13 Oktober 2021   07:16 428
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Yang baru bergabung di Kompasiana (terlihat banyak penulis baru yang rajin menulis di K, euy), perkenalkan saya Gana, 45 tahun. Sebenarnya, sudah sejak 2011 menulis di Kompasiana tapi entah mengapa belum punya tulisan sebanyak harapan saya 1 hari satu tulisan. Aduhh, mana bisa, bisa ambyar dah hari gini. 

Saat ini saya menempuh program Ausbildung semacam beasiswa sekolah sambil kerja selama 3 tahun yang banyak ditawarkan di perusahaan atau lembaga di Jerman. Yang berarti itu prioritas pertama saya dulu untuk tiga tahun ini. Maafkan saya. 

Masih dua tahun lagi dijalani, mohon doanya, sabbbbarrr (icon ngelus dada). Sehari 24 jam, kalau kerja/sekolahnya 8 jam per hari belum kerjaan rumah tangga, anak-anak, suami dan PR/Tugas, serasa dikejar-kejar waktunya dan badan sudah nggak kayak zaman kinyis-kinyis lagi. Jiah, biru-biruuuu semuanya. Ngeles karena nggak bisa nulis seperti dulu di Kompasiana.

Ah, nglantur ngomongnya.

Balik lagi ke hari Selasa pagi, deh. Itu rupanya hari "Ueberraschung", kejutan bagi kami. Karena guru wali kelas mengumumkan bahwa hari itu kami akan mendapatkan satu ipad 10.2 dengan 32 GB anyar gress dari sekolah. Itu keputusan mendadak dari kepala sekolah, agar kelas kami menjadi kelas tablet.

Oh, ya. Di sekolah kami banyak jurusan yang bisa diambil; jurusan PGTK (pendidikan guru TK), jurusan keperawatan, jurusan marketing dan masih banyak lagi. Saya ambil yang PGTK karena selain saya suka anak-anak, saya pernah menjadi guru TK di Indonesia selama 5 tahun (tapi tidak diakui oleh P dan K Jerman dan harus mengulangi). 

Untung, sekolahnya hanya 10 menit dari rumah. Jika saya ingin melanjutkan kuliah, harus jauh minimal 1-2 jam perjalanan ke kampus. Ya udah, yang gampang saja dijalani. 

Turun pangkat. Kalau PGTK di Indonesia atau Inggris setara dengan universitas, di Jerman setara dengan sekolah kejuruan atau lebih rendah dari akademi. Konon, akan ada perubahan bahwa kami akan mendapatkan gelas B.Sc. Jiahhh bachelor. Ini naik pangkat apa turun pangkat, coba. Hihihi.

Teman-teman. Beruntung bahwa kelas kami adalah salah satu kelas atau jurusan yang dipilih untuk menjadi kelas digital di sekolah kami. Belajar mengajar dengan Ipad. 

Sebenarnya selama WFH, kami sudah menjadi kelas digital karena kelas dengan zoom meeting dan materi pelajaran dari moodle serta komunikasi dengan webuntis. Baru beberapa bulan ini saja kami kembali ke kelas normal, hadir tapi dengan masker dan protokol kesehatan lainnya. Konon per 18 Oktober nanti tanpa masker. 

Sekilas info. Selama pandemi, kalau mau ke toilet jauhhh, harus mengelilingi gedung dulu karena jalannya diatur hanya boleh satu arah. Padahal kalau dua arah cuma 5 langkah saja, tuh. Hiks. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun