Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Ingat, Makan di Restoran Harus Pakai Masker dan Isi Data Diri

7 Juli 2020   20:36 Diperbarui: 8 Juli 2020   13:43 224 24 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ingat, Makan di Restoran Harus Pakai Masker dan Isi Data Diri
Peringatan resto:Tanpa masker tak boleh masuk (dok.Gana)

Pada acara Gather.inc yang lalu saya sempat ditanya dik Widha admin Kompasiana, selaku moderator. Pertanyaannya yakni apakah saya sudah pernah mencoba makan di restoran atau menginap di hotel di era New Normal.

Jawabannya, sudah. Wow, ternyata di Jerman ada peraturan khusus di restoran, yakni memakai masker dan mengisi data diri.

Berikut pengalaman kami....

Restoran Italia "Villagio"

Mbak Kris mengajak kami liburan weekend di apartemennya di Konstanz pada 13 Juni 2020. Kota pelajar yang indah karena anugerah danau Bodensee yang menjadi bagian dari tiga negara (Jerman, Swiss dan Austria). Alamak. Silakan Anda bayangkan, keindahannya benar-benar seperti di dalam kalender. Tuhan memang Sang Pencipta bumi seisinya yang luar biasa.

Berangkat pukul 9 pagi, kami butuh 1 jam perjalanan dari rumah untuk mencapai kota itu. Setelah tiba di tempat dan menaruh barang-barang, kami jalan-jalan ke mall LAGO. 

Pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari Sea life, tempat wisata yang memiliki beragam koleksi binatang air itu mulai tampak diisi pengunjung. Saya maklum jika tidak begitu banyak orang berbelanja, tapi setidaknya terlihat wara-wiri orang di sana-sini sebagai penanda ... perekonomian negara sedang menggeliat dari tidur.

Awalnya, shock. Saya terpana. Namanya baru pertama kali keluar dari rumah setelah 3 bulan karantina. Gagap sekali. Sebelumnya kami hanya keliling kampung atau paling banter keliling hutan.

Mengelilingi kota besar waktu itu, saya kaget. Banyak orang tidak memakai masker sehingga merasa tidak aman, tidak nyaman. Kesan seremnya, sepertinya orang-orang sudah lupa pernah ada Corona yang memporak-porandakan dunia.

Untung hari itu segera cepat berlalu, hari kian temaram, waktunya makan malam.

Kami mengitari sekitar apartemen. Menyisiri sisi danau yang indah, di mana berjajar beberapa restoran yang mulai banyak dikunjungi pelanggan. Dari beragam restoran tersebut, anak-anak memilih pizzeria atau restoran Italia. Halah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x