Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Pengalaman "Hunting" Kata Pengantar Buku

27 September 2016   13:47 Diperbarui: 28 September 2016   13:56 445
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Zee.India.com

Berada di Jerman, apakah mudah untuk mendapatkannya? Jaman sudah canggih, saya menggunakan email, fax, telepon atau surat. Pengalaman saya pertama kali mencari kata pengantar adalah tahun 2013. Untuk buku “38 Wanita Indonesia Bisa“, saya pernah ngimpi ingin mendapatkan kata pengantar dari Menteri Peranan Wanita dan Perlindungan Anak waktu itu, ibu Linda Amalia Sari Gumelar. 

Mengapa harus beliau? Pertama karena buku bertema tentang kekuatan Wanita Indonesia yang menjalani profesinya masing-masing, sesuai bakat dan minat. Itu relevan dengan jabatan dan lembaga yang beliau pimpin. Kedua, karena beliau juga wanita Indonesia yang ... bisa!

Saya tahu, seorang teman lama kebetulan pernah didatangi beliau. Ketika saya minta tolong minta no HP bu Linda tidak dikasih. Alasannya harus tanya sekretarisnya dulu, boleh tidak. Ditunggu lamaaaaa sampai jamuran, tidak ada berita. Saya kira mimpi saya nyangkut di rumput bukan di bintang yang ada di langit.

Apakah saya putus asa? Tidak. Lantas? Saya ingat pernah bikin kegiatan ID Kita di Semarang, kenal dengan kompasianer Desi di Bandung (atau Jakarta?) yang pasti pernah dapat alamat email dari ibu Linda. Kebaikan hati Kompasianer beranak cantik itulah yang menggantungkan cita-cita saya lagi.

Setelah mengirim pesan, ibu Linda membalas lewat BB. OMG! Saya ini siapa ya, kok dianggep. Matur nuwun, ibu! Yak. Email ke kementrian dibalas dengan kata pengantar yang manis dari ibu Linda. Ibu, Tuhan akan membalas kebaikan ibu.

Buku itu berhasil mendapatkan kata pengantar dari ibu menteri. Hmmm. Tidak menjamin buku jadi laris seperti doa mbak Ellen Maringka, lho. Modal cetak di Peniti Medianya pak Thamrin Sonata memang sudah kembali, sisa buku saya gunakan untuk promosi dan sumbangan ke beberapa perpustakaan (tak hanya di tanah air tapi juga sedunia). Semoga buku itu bermanfaat dan menginspirasi, daripada dikrikiti tikus ... hayooo.

Pengalaman berikutnya adalah buku saya “I’m Happy to be 40“. Penulisan dan proses pembuatan buku itu memang kilat, mengejar agar bisa terbit sebelum hari ulang tahun saya yang ke-40.

Rupanya molor sekian minggu. Nggak papa dehhh ... “Man kann nicht alles haben“ (tidak semua keinginan manusia itu bisa terpenuhi). Untung sekali bahwa kata pengantar yang saya butuhkan segera didapat. Dari siapa? Dari bapak saya. 

Pria yang telah memberikan benih pada ibu dan melahirkan jabang bayi yang kata pak MJK; cantik, cerdas, ceria ... hahaha ... C3 ya, pak. Kalau C4 itu ... beras! Terima kasih, kompasianer Mas Jokomu yang menyayangi saya. Jadi betah di Kompasiana yoooo.

Oh, ya. Bapak saya tinggal di Indonesia, saya rumahnya di Jerman. Repot, ya? Akhirnya, siang-siang saya telepon beliau dan ingin merekam kalimat dengan Ipad. Maksudnya biar mudah, saya yang lagi-lagi jemput bola, rewrite dan dikirim ke penerbit.

Rupanya bapak belum siap. Belum dapat wangsit. Minta sehari dan akan dikirim lewat email yang akan dikirim oleh kakak sulung. Super! Lancar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun