Mohon tunggu...
Gabriella Gandasurya
Gabriella Gandasurya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Daging Vegetarian: Apa Bedanya dengan Daging Biasa?

10 Januari 2022   13:25 Diperbarui: 10 Januari 2022   13:27 1117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jalan-jalan lihat bebek,
Selamat datang teman-teman biotek!

Aku ingin bertanya, apakah teman-teman ada yang suka makan burger? Untuk para penggemar burger, kalian pasti tahu bahwa rasa burger sangat dipengaruhi oleh daging di dalamnya. Semakin enak dagingnya, semakin mantul burger-nya!

Akan tetapi, junk food seperti burger tentunya memiliki efek samping yang tidak baik untuk tubuh, misalnya obesitas, kanker, diabetes, dan lain-lain. Contoh sederhananya, hampir 40% orang dewasa di negara Amerika Serikat (AS) mengidap obesitas. Padahal, 73% orang Amerika SANGAT SUKA dengan burger.

Selain masalah obesitas, ada juga banyak sekali vegetarian di Amerika! Meskipun vegetarian, belum tentu mereka tidak suka makan burger. Pasti ada yang suka, tetapi tidak bisa makan burger karena mereka memilih pola makan vegetarian. Jadi... bagaimana solusinya?

Bioteknologi menawarkan sebuah solusi untuk menghasilkan produk yang menyerupai daging asli, yaitu daging alternatif. Daging alternatif dibuat dengan sedemikian rupa agar menyerupai rasa, aroma, tekstur, dan penampilan produk aslinya. Sejauh ini, ada 3 tipe daging alternatif yang sudah dikembangkan:

  • Daging berbasis tanaman
  • Daging berbasis sel
  • Daging berbasis fermentasi

Terdapat 2 perusahaan di negara AS yang cukup sukses dalam mengembangkan daging alternatif, yaitu Impossible Foods dan Beyond Meat.

Tipe daging alternatif yang cukup populer adalah daging berbasis tanaman (daging vegetarian). Sesuai dengan namanya, daging berbasis tanaman adalah daging yang dibuat dari bahan dasar tanaman. Bagaimana caranya membuat daging dari bahan dasar tanaman?

Semua ini dimungkinkan karena adanya bioteknologi! Peranan bioteknologi sangat bervariasi dalam pembuatan daging alternatif, tergantung tipenya. Daging berbasis sel dibuat dari protein yang dihasilkan dari proses bioteknologi in vitro atau kultur. Daging berbasis fermentasi dibuat dari protein (mycoprotein) yang dihasilkan dari proses bioteknologi fermentasi fungi.

Apapun basisnya, hal utama yang perlu diperhatikan dalam pembuatan daging alternatif adalah bahan protein yang digunakan di dalamnya. Protein yang sering digunakan dalam membuat produk alternatif adalah protein kacang (legum) dan gluten gandum.

Daging vegetarian dibuat menggunakan protein leghemoglobin, yaitu pigmen heme yang berasal dari kacang kedelai. Leghemoglobin berfungsi untuk memberikan warna "merah darah" yang mirip sekali dengan daging asli. Hal ini karena leghemoglobin mirip dengan protein yang terkandung dalam daging asli, yaitu hemoglobin dan mioglobin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun