Mohon tunggu...
Freema H. Widiasena
Freema H. Widiasena Mohon Tunggu... Buruh - Cuman nulis ngasal ngawur abal-abal. Jangan pernah percaya tulisan saya.

Suka menyendiri dan suka bersama. Cuman nulis ngasal ngawur abal-abal. Jangan pernah percaya tulisan saya.

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Masih Berlanjut, Penipuan Jagad Maya

17 September 2019   01:09 Diperbarui: 18 September 2019   15:16 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Otentifikasi via SMS begini memang penting untuk menjaga keamaan kita. Namun ternyata faktor yang terpenting adalah ada pada kesadaran kita sebagai manusia, bukan keamanan robotik/sistemik. 

Apa enggak menjebak namanya jika pada saat kita sedang menunggu barang pesenan diproses/dikirim lantas ada yang mendadak telepon mengabarkan jika barang akan diproses/dikirim namun meminta kode OTP?

Alhamdulillah dalam kondisi setengah sadar, saya masih dituntun oleh malaikat-Nya untuk menggunakan sisi sadar saya untuk menyadari bahwa ini jebakan.

Sepertinya, modus penipuan terhadap masyarakat rasanya akan senantiasa berkembang sesuai jamannya. Jaga kesadaran dan nalar senantiasa.

Hati-hati liks!

***

Update. 

Saya mencoba melakukan konfirmasi ke pihak pelapak melalui laman web resmi mereka. Mereka mengakui bahwa lapak mereka di salah satu lokapasar itu memang telah diretas sekian hari kemarin, namun akun mereka di lokapasar lain masih aman. Data percakapan konfirmasi ini saya simpan secara pribadi.

Dari penelusuran saya pribadi ke beragam artikel di laman internet, dua penyebab utama kenapa sebuah akun (akun, bukan sistem lokapasar secara keseluruhan) bisa kena retas adalah karena:

  • Pengguna mengklik tautan palsu yang diberikan oleh oknum peretas yang mana tautan tersebut berisi program tindakan peretasan.
  • Pengguna dengan tidak sadar memberikan kode otentifikasi kepada peretas. Pola ini lumayan banyak terjadi. Saya bayangkan mirip dengan apa yang hampir menimpa saya di tengah malam itu.

scam-0816341508-5d81dc070d82302d8c5d0652.jpeg
scam-0816341508-5d81dc070d82302d8c5d0652.jpeg
Ada upaya lagi dari nomor yang berbeda, yang mengawali pembukaan dengan nama yang langsung diralat, "Selamat siang, kami dari eh ..."

Saya diam membiarkan. Dia hola-halo sebentar, habis itu langsung ditutup. Dan enggak telpon lagi.

Saya cek di Truecaller, munculnya sudah dinamai seperti ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun