Mohon tunggu...
Fitri Gustiani
Fitri Gustiani Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

cook

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Keadaan dan Pilihan

30 September 2022   10:15 Diperbarui: 1 Oktober 2022   19:31 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nama saya Fitri Gustiani. Bisa di panggil mpit atau jenong,karena sodara saya selalu memanggil jenong entah itu karna saya jenong. Ketika saya mau memasuki sekolah SMP, saya sedang bertanya pada diri sendiri yang selalu ada di pikiran saya pesantren, pesantren, pesantren dan pesantren. Dan akhirnya saya memutuskan daftar ke Smpn 4 Padalarang. Terkadang, saya berpikir yang buruk semoga ngga ke terima,biar saya bisa masuk pesantren. Karena alesan saya satu-satu nya ga di terima di SMP saya bisa masuk pesantren.

Karena sudah perjanjian obral saya bersama orang tua, ketika tidak di terima di SMP, pikiran saya gitu karena jonasi. Dan saya putuskan buat pesantren. Karena saya mengerti ketika masuk swasta lihat keadaan orangtua,tapi ternyata di pikir-pikir pesantren lebih banyak pengeluaran dari pada sekolah swasta,tapi saya yakin ketika saya bener-bener pesantren, rezeki ngga ada yang tau, "seolah-olah membela diri sendiri," buat orang tua selalu lancar rezeki nya ketika anaknya masuk pesantren.Dan beberapa hari kemudian menunggu hasil,ternyata lolos menjadi calon siswa SMPN 4 Padalarang. Dan saya sama ibu berjalan kaki menuju angkutan umum!" Menuju pulang kerumah,Muka Fitri cemberut."

"Tatapan ibu ke Fitri sedikit bingung," kenapa nak wajah nya seperti tidak bersemangat?"

"Muka Fitri cuek seolah-olah tidak mendengarkan apa yang di bicarakan ibunya."

"Kenapa sebelumnya ngga daftar ke SMPN 4 Padalarang pasti bisa pesantren." Ucapan Fitri kepada diri sendiri nya.

"Fitri masuk kamar setelah beberapa menit di perjalanan sampe di rumah," ibu menanyakan lagi, kenapa nak coba jelaskan kepada ibu."

Mencoba menjawab!,"Emmmmmmm......... Seandainya Fitri ga keterima di SMP pasti Fitri bisa pesantren bu." jangan begitu nak, kamu orang terpilih di SMPN 4 Padalarang, banyak yang ngga ke terima. 

Iya Bu,Fitri tau tadinya Fitri mau pesantren Bu!

"Iya nak sudah gimana lagi, Fitri sendiri yang memutuskan sekolah Smpn 4 Padalarang, lain kali aja,lulusan Smp Fitri insyaallah ada rezeki Fitri pesantren nya ya nak.

Fitri masih cemberut. Seketika Fitri membingungkan diri sendiri. "Baik Bu, bener ya Bu nanti lulus SMP Fitri pesantren ya Bu! "Iya nak ibu janji.

Setelah beberapa tahun, saya lulus SMP dan cita-cita saya pesantren yang ditunggu-tunggu tidak tersampaikan. Karena pandemi, keluarga yang menurun perekonomian nya. Saya mengerti  hidup memang sebuah pilihan. Tapi ada beberapa yang akhirnya terpaksa memilih karna terdesak keadaan,dan saya putuskan sekolah ke Negri yaitu, SMAN 1 PADALARANG, walapun itu dibantu pendaftaran oleh pengurus Smpn 4 Padalarang. Setelah berapa hari, jadwal pengumuman daftar ulang sekolah SMAN 1 PADALARANG. Bahkan saat saya datang ke SMAN 1 PADALARANG, tidak di dampingi orangtua yang nyatanya di dampangin sodara,karena orang tua sibuk perkerjaannya entah itu soal perekonomian entah itu saya biar mandiri. Mungkin di keadaan ini membuat saya apa arti sabar, ikhlas dalam semua hal, bisa mengatur waktu yang sebaik-baik mungkin, terkadang waktu terbuang sia-sia, karena memikirkan kepentingan sehari-hari hal yang tidak harus di pikirkan.

Sekarang saya baru sadar. Jalur bahagia ternyata ada di ikhlas nya masing masing manusia,melalui segala pilihan hidup yang mungkin bukan pilihan hati. Begitu juga tidak bisa menyalahkan keadaan karena tanpa adanya orang tua saya mungkin saya tidak ada di dunia ini. Semoga yang baca sejarah pribadi saya bisa mengambil hal yang baik. Karena, di luaran sana masih ada yang mau bersekolah dan perbanyak bersyukur dalam hal apapun itu masih bisa sekolah sampe lulus SMA sampai perguruan tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun