Mohon tunggu...
Firda Jannah
Firda Jannah Mohon Tunggu... Mahasiswa - succes full for anything

Mahasiswi STIBA Ar-raayah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Resensi Novel "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"

20 Juni 2021   21:42 Diperbarui: 22 Juni 2021   12:27 553
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa . Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik . 

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan Kasih sayang, perhatian, teladan tanpa mengharap budi sekalipun . Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. 

Ibu benar , tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami . Tak pantas. Maafkan aku , ibu. Perasaan kagum , teepesona , atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang , ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri biarlah..... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun .... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya. 

Judul Buku : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Penulis        : Tere Liye 

Penerbit.     : PT Gramedia Pustaka Utama 

Cetakan.       : Ke- 25 : juni 2016 

Tebal Buku  : 264 halaman; 20 cm

ISBN               : 978-602-03-3160-7

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun