Ekonomi

Konsumsi

7 Maret 2018   22:58 Diperbarui: 7 Maret 2018   23:11 336 0 0

Buruknya suatu makanan di pengaruhi oleh tempat masaknya atau proses jadi nya makanan tersebut. Di samping itu makanan yang di proses di tempat tempat yang kumuh an bisa di katakan tidak bersih itu sebagai tempat kuman bersarang. jadi presentase kesehatan makanan itu sedikit. Oleh karena itu banyak masyarakat pinggiran yg kurang pedulinya akan kesehatan dari faktor makanan. 

Sebab itu banyak yang mengeluh eluhkan sakit diare atupun yang lainya. Itu akibat mereka sendiri karena tidak peduli oleh cara dia memakan makanan yg higinis dan berkualitas. Sebenarnya masalah tersebut bisa di atasi oleh pemerintah dalam menanggulangi gizi buruk bagi mereka mereka yang kurang peduli akan   kesehatan terutama pada makanan.

Semua itu juga di pengaruhi oleh pengetahuan mereka karena minimya ilmu yang di miliki masyarakat pinggiran akan pentingnya keghiginisan suatu makanan tersebut. Mereka tidak memperdulikan kesehatan mereka yang terlintas di pikiran mereka hanyalah asal kenyang dan tidak memikirkan akibatnya bila mengkonsumsi makanan yang kurang bersih itu bagaimana. Dan hal tersebut banyak terjadi di kota kota besar terutama pada daerah pinggiran sungai,bawah tol ataupun di bawah jembatan.

Di dalam dalam islam sudah di jelaskan panjang lebar mengenai hal tersebut namun mereka bersifat cuek atau acuh tak acuh,atau dalam istilah bahasa sekarang itu BODOAMAT. Seperti yang sudah di jelaskan pada surat abasa ayat 24 yang berbunyi "maka hendaklah manusia itu memperhatikan mkananya". Dan rosululloh itu sendiri bersabda "sesungguhnya badanmu memppunyai hak atas dirimu".

Padahal agama saja sudah menghimbau agar mengonsumsi makanan yg baik baik,halal,dan bergizi. Karena setiap muslim itu di anjurkanmemberi asupan gizi atau makanan yg bermanfaat bagi tubuhnya bukan malah merusak tubuhnya dengan makanan makanan makanan yg tidak bergizi atu i sebut juga mkanan yg tidaak higinis. Setidaknya bisa peduli akan dirinya melalui makanan karena sudah banyak penjelasan di dalam agama islam. Terutama mengkonsumsi makanan yg Halal bergizi an bersih.

Bukan hanya terjadi di masyarakat pinggiran saja di kawasan sekolah sekolah para pedagang jugak banyak yg bersifat nakal. Seperti halnya di ibukota banyak para pedagang pedagang jajanan anak anak yg bersifat nakal. Mereka mencampuri dengan bahan bahan yg berbahaya bagi kesehatan anak. 

Para pedagang jajanan itu berperilaku seperti itu i karenakan memilih bahan yg berbahaya untuk mengurangi modal usaha mereka. Karena apabila mereka membeli bahan yg baik dan beerkualitas maka bisa mengurangi modal usaha mereka dan mengurangi hasilnya. 

Contohnya dari pewarna makanan saja mereka memilih pewarna baju. Mereka sebenatnya tau apabila itu bahaya mereka hanya memfikirkan bati dalam istilah jawanya. Tidak memfikirkan bahayanya bagi yang mengkonsumsi. Dan seperti pengawet juga banyak warteg warteg yang menggunakan bahan pengawet. Itu intinya juga biar mereka tidak rugi apabila hari ini tidak laku mereka bisa menjualnya lagi di hari esoknya dan sampai seterusnya.

Dan hal tersebut sudah tidak diperbolehkan oleh dinas kesehatan dan sudah ada undang undangnya tapii tetap saja banyak para pedagang pedagang makanan atau jajanan yg berbuat nakal. Tidak hanya pemerintah saja yg melarang agama juga melarang para ulama ulama atau kyiai kyiai dan i Al Quran pun sudah di terakan.Alloh SWT pun berfirman :

"di haramkan bagimu mengkonsumsi bangkai darah daging babi"[QS al maidah ayat 05:03].

Dan kenakalan kenakalan itu tidak terjadi di kalangan kalangan kecil saja. Pabrik besar pun juga melakukan hal hal yg tidak baik  atau melakukang kecurangan dalam memproses produk makanan pabrik itu. Tidak hanya itu saja cara mereka memperlakukan pengelolahan makanan mereka tidak lazim. Seperti cara penyembelihan sapi saja pernah viral penyembelihan sapi itu langsung di giling  hidup hidup. 

Dan langsuung di proses menjadi makanan. Mereka memilih praktisnya saja karena tidak menyembelih dengan lazim atau layak. Coba kita fikirkan mera menyembelih hidup hidup itu apakah kotoran kotoran yang ada pada hewan sembelihan itu bisa di pisahkan ? jawabnya tidak mengapa ? karena sudah di giling dalam mesin tersebut dan menjadi isntan. Apakah itu bisa di katakan halal ? tidak karena di dalam islam sudah tertera bahwa "Konsumsilah makanan yang bersih dan Halal". Sedangkan kita menyembelih nya dengan lazim kita bisa memisahkan bagian kotoran dan mana bagian yang bisa di makan.

Islam pun telah memberi tahu makan makanan yang haram atau makanan yang di larang untuk di konsumsi yang pertama :

Bangkai,Darah,daging babi

yakni bangkai yang di maksud adalah binatang yang mati karena di tabrak oleh mobil, di cekik,  di pukul, atau di aniyaya. Sudah ada pada Al quran pada surah AL MAIDAH 5:3

"Di haramkan bagimu memakan bangkai,darah,daging babi,dan daging hewan yang di sembelih atas nama selain ALLAH swt,yang tercekik,yang di pukul,yang di tanduk, ................ "

Binatang yang menjijikan(Al khabits)

Yaitu binatang yang memakan kotoran(al jallalah),dan binatang yang melata di atas tanah(al hasyarat) seperti ulat,kalajengking. Dan Al quran sudah menyindir melaui ayat AL A'Raf 7:15

"dan mwnghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka yang buruk"

Dan masih banyak lagi sebenarnya akan tetapi hanya itu saja yg bisa saya sebutkan  dari kesimpulan makanan makanan yang haram di konsumsi itu kita bisa tau bahwa makanan yang menjijikan itu di larang keras oleh allah swt.


Oleh : Mahasiswa IAIN Jember Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Fikry muafa - E20172023)