Mohon tunggu...
Fidelia Ekana
Fidelia Ekana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Communication Student

Everyone has sadness, but sadness is the beginning of joy

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Bisa Murah Kenapa Harus Mahal? Sewa di Sini Saja!

9 Maret 2021   17:15 Diperbarui: 9 Maret 2021   18:00 250
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Best-family-movies, n.d.)

Jika diperhatikan lebih jauh, fenomena penjualan akun platform streaming film murah ini dapat dianalisis menggunakan salah satu konsep dalam Circuit of culture yaitu konsep regulasi. Dimana penjualan akun-akun murah tersebut dapat dianggap sebagai penjualan illegal dan menyalahi hukum. Sebelumnya, kita perlu mengetahui bagaimana cara penjual akun dapat menjual akun platform streaming film tersebut dengan harga yang murah. Dilansir dari Kompas.com, seorang penjual berinisial AP mengatakan bahwa dirinya menggunakan sistem family plan yang mana di dalamnya terdapat empat profil, dan profil-profil tersebut Ia jual kembali sehingga harga yang ditawarkan dapat tergolong murah (Clinten, 2020). Tetapi jika di hitung-hitung, harga asli paket family plan dibagi untuk empat profil masih memiliki nominal harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga akun plarform streaming film murah yang ditawarkan. Hal tersebut menimbulkan keanehan. Asumsi dari penulis adalah, para penjual akun platform streaming film murah menjual akun-akun baru sehingga masih mendapat masa free trial selama sebulan yang notabenenya adalah gratis dan dijual kembali dengan harga murah. Muncul juga dugaan bahwa para penjual akun platform streaming film murah menggunakan fasilitas black market untuk mendapatkan harga akun yang sangat murah sehingga dapat dijual kembali dan mendapat keuntungan.

Sesungguhnya, terdapat pasal-pasal (regulasi) yang dapat menjerat si penjual akun platform streaming film murah tersebut. Salah satunya yaitu Pasal 378 KUHP yang berbunyi (Sulaiman, 2015):

"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun"

Pasal tersebut sangat cocok jika dihubungkan dengan penjualan akun platform streaming film murah. Para penjual akun berupaya untuk menguntungkan diri sendiri dengan cara melawan hukum yaitu berbuat illegal dengan menggunakan penipuan berupa cara-cara mereka dalam mendapatkan akun platform streaming film dengan harga yang sangat murah dan merahasiakannya, yang kemungkinan besar mengandung kejahatan. Hal tersebut dilakukan agar para pelanggan mau menyerahkan "barang sesuatu", dalam hal ini yaitu uang. Dan masih terdapat aturan-aturan lain yang dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan penjualan akun platform streaming film ini.

Nah, seru juga bukan menganalisis perubahan budaya yang ada dengan konsep-konsep yang ada dalam Circuit of culture. Jadi, tunggu apa lagi. Yuk coba analisis perubahan-perubahan budaya yang ada di sekitar anda.

 

 

Daftar Pustaka

Best-family-movies [image] (n.d.). Diakses pada 9 Maret 2021 dari Clickitornot

Champ, J. G. & Brooks. J. J. (2010). The Circuit of Culture: A Strategy for Understanding the Evolving Human Dimensions of Wildland Fire. International Journal, 23(6), 574-577.

Clinten, B. (2020, Juli 7). Membedah Jual Beli Akun Premium "Tak Resmi" Netflix dan Spotify. Kompas.com. Diakses dari Kompas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun