Mohon tunggu...
Fida Dinar Fauziyah
Fida Dinar Fauziyah Mohon Tunggu... Mahasiswa -

I'm Still Learning😊

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pentingnya Memanusiakan Manusia

16 April 2019   01:15 Diperbarui: 16 April 2019   01:28 724
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
www.cct-seecity.com

Dalam kehidupan sehari-hari interaksi antar manusia dengan manusia yang lain selalu terjadi, interaksi tersebut dapat berupa interaksi langsung maupun tidak langsung.

Sebuah interaksi bisa menyebabkan hubungan antar manusia menjadi semakin baik maupun sebaliknya. Hubungan yang baik sering juga disebut sebagai hubungan harmonis.

Kenyataannya, sebuah hubungan tidak selalu harmonis, banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidak-harmonisan sebuah hubungan. Entah itu faktor internal dari manusia yang berinteraksi itu sendiri maupun faktor eksternal lain yang berasal dari selain mereka yang berinteraksi atau orang ketiga.

Manusia sebagai makhluk sosial, yang berarti tidak bisa hidup sendiri pasti membutuhkan bantuan orang lain. Diantara aktivitas yang kita lakukan sehari-hari kebanyakan pasti berhubungan dengan orang lain, yang artinya kita juga harus siap hidup berdampingan dengan orang lain yang memiliki beragam pendapat dan pikiran.

Salah satu contoh yakni dalam hidup berorganisasi. Dari definisi organisasi sendiri yaitu adalah sebuah wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang sama.

Namun, meskipun dikatakan sama dalam tujuan yang akan dicapai, setiap individu anggota organisasi pasti memiliki  macam-macam prinsip bahkan pemikiran yang berbeda-beda.

Selain itu mereka juga memiliki orientasi hidup yang berbeda pula diluar kehidupan berorganisasi mereka. Maka dari itu diperlukan sikap yang bisa disebut dengan memanusiakan manusia. Agar setiap individu merasa dihargai dan tidak ada yang merasa dirugikan. Salah satu contohnya yakni rasa empati.

Rasa empati adalah kemampuan seseorang untuk mengerti perasaan dan emosi orang lain serta kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di posisi orang lain.

Sering sekali kita meremehkan dan mengabaikan hal ini. Sikap egois seseorang yang selalu ingin semua keinginannya tercapai terkadang selalu mengesampingkan perasaan orang lain yang terlibat bahkan mempengaruhi tercapainya keinginan tersebut. Bahkan terkadang kita jarang berfikir, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dan minimal tidak menyinggung perasaan orang lain?

Sebagai contoh, didalam sebuah organisasi terdapat sebuah program kerja seperti kegiatan rutinan yang dilakukan disetiap akhir pekan.

Kegiatan ini dilakukan dengan maksud ingin memupuk rasa solidaritas antar anggota dalam organisasi tersebut. Namun kenyataan yang sering terjadi, banyak anggota yang tidak bisa hadir dalam kegiatan ini, dengan berbagai macam alasan. Pemilihan waktu di akhir pekan merupakan hal yang sering mendasari berbagai alasan yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun