Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Administrasi - Berharap memberi manfaat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penikmat Aksara, Musik dan Tontonan. Politik, Ekonomi dan Budaya Emailnya Ferywidiamoko24@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Misteri Super Holding BUMN, Berbeda dengan Temasek?

21 November 2019   14:58 Diperbarui: 21 November 2019   15:15 500
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Yang menjadi leader adalah PT Pupuk Sriwdjaya yang kemudian setelah resmi bergabung berganti nama menjadi PT.Pupuk Indonesia.

Demikian pula PT Semen Indonesia yang merupakan hasil gabungan dari beberapa perusahaan semen milik negara.

PT Semen Gresik digabungkan dengan PT.Semen Tonasa, Semen Padang, Semen Batu Raja, Semen Kujang. Sebagai existing company Semen Gresik kemudian mengubah nama menjadi PT Semen Indonesia.

Sepertinya dengan pengalaman-pengalaman yang sudah dimiliki tak akan susah membuat holding dari beberapa perusahaan, meskipun tetap saja ada challange yang tinggi terkait penyatuan tersebut.

Pertukaran saham, legalitas, dan budaya perusahaan yang berbeda, merupakan beberapa hal yang menjadi tantangan dalam pembentukan holding ini.

Sampai tahun 2019 ini telah terbentuk 4 holding company BUMN diluar PT Semen Indonesia dan PT. Pupuk Indonesia.

Memang dibutuhkan model bisnis dengan kapabilitas yang teruji dan model bisnis yang sustainable selain tentu saja sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola aset sebesar Rp.8.200 triliun ini.

Pertanyaannya, apakah pembentukan holding ini akan dilanjutkan oleh Erick Thohir?

Kabar terakhir, rencana pembentukan salah satu holding, yakni holding BUMN Karya (infrastruktur dan perumahan) kelihatannya akan dibatalkan Erick.

"Akan dicari model bisnis lain terkait BUMN karya ini, mungkin akan ada sinergi antara karyawan dengan perusahaan" ujar Arya Sinulingga, staf khusus Menteri BUMN bidang Komunikasi, Rabu (20/11/19) kemarin.

Tapi tetap harus diingat janji Jokowi terkait pembentukan super holding company belum dibatalkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun