Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

BRIN itu Lembaga Keren, Asal Tidak Dipolitisasi

5 Januari 2022   12:36 Diperbarui: 5 Januari 2022   18:55 642
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketiga, refocusing pada riset yang bisa menghasilkan nilai tambah secara ekonomi yang berbasis pada sumber daya lokal dan keanekaragaman serta mengejar ketertinggal di dunia Iptek.

Keempat, menjadikan Indonesia sebagai pusat penelitian berbasis sumber daya alam dan keanekaragaman lokal, baik itu hayati, geografi, maupun seni budaya.

Kelima, menjadi fasilitator dan enabler industri yang melakukan pengembangan produk berbasis riset, serta menciptakan industri berbasis riset yang kuat dan berkesinambungan untuk jangka panjang.

Keenam, menjadi platform penciptaan SDM yang unggul di setiap bidang kelimuan dan entrepreneur berbasis inovasi Iptek.

Ketujuh, meningkatkan dampak ekonomi langsung dari berbagai aktivitas riset dan menjadikan Iptek sebagai tujuan investasi jangka panjang dan penarik devisa bagi Indonesia.

Itu lah sepuluh poin arah dan target dari lembaga pemerintah yang bernama BRIN, seperti biasa di atas kertas arah dan tujuan pendirian BRIN memang sudah sangat baik dan kelihatannya achievable.

Meskipun kemudian fakta dilapangan ternyata ada tantangan tersendiri yang tak semudah dan seindah arah dan tujuan di atas kertas.

Kita tahu, dalam mengelola lembaga baru ini pemerintah menggunakan sistem two-tier management seperti Dewan Komisaris dan Dewan Direksi di perusahaan biasa.

Dalam konteks BRIN, ada Dewan Pengarah atau steering commitee dan ada pelaksana harian yang dipimpin oleh seorang dengan sebutan Kepala BRIN.

Nah, yang menjadi kontroversi kemudian individu yang menjadi petinggi dari lembaga integral riset ini, diisi oleh orang yang kuat dikenal sebagai seorang politisi, yakni Ketua Umum  PDIP yang kebetulan saat ini merupakan partai politik penguasa, Megawati Sukarno Putri.

Meskipun misalnya, Megawati memiliki kapabilitas mumpuni secara manajerial dan memiliki pengalaman sangat panjang di dunia politik serta memiliki ketertarikan yang cukup kuat pada dunia riset dan teknologi, politisi tetap saja politisi, yang ujungnya akan melahirkan riuh rendah pro dan kontra yang sebenarnya tak perlu bagi sebuah lembaga negara yang berurusan dengan riset ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun