Mohon tunggu...
Ferdyanto Tantyo Nugroho
Ferdyanto Tantyo Nugroho Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Mahasiswa Semester 6

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Kurangnya Teknologi Bukan Penghalang SD Negeri 1 Soka Melaksanakan AKM Kelas oleh Kampus Mengajar

7 Juli 2022   21:39 Diperbarui: 8 Juli 2022   05:25 808
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pertengahan bulan Maret pada minggu kedua adalah minggu dimana AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum Kelas bagian Pre-test pertama kali dilaksanakan di SD Negeri 1 Soka. 

Pelaksanaan AKM Kelas merupakan Program dari Kampus Mengajar yang ditugaskan kepada Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 3 untuk menyelenggarakan Pre-Test ini kepada siswa-siswi kelas 5 atau kelas 8 yang berada di masing-masing sekolah penerjunan. Salah satu sekolah dasar yang menjadi tempat penerjunan program Kampus Mengajar adalah SD Negeri 1 Soka.

SD Negeri 1 Soka adalah salah satu sekolah dasar yang berada di tengah-tengah desa Soka, kecamatan Karang Dowo, kabupaten Klaten. SD Negeri 1 Soka terkategorikan sebagai sekolah yang tertinggal dalam hal pembelajaran dan administrasi, namun SD Negeri 1 Soka tetap berhasil untuk bertahan dengan keterbatasan yang ada. 

Oleh sebab itu, saya bersama teman-teman mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 3 ditugaskan untuk membenahi, meningkatkan dan mengupayakan agar SD Negeri 1 Soka berhasil menghasilkan generasi muda Indonesia yang cakap baik dalam hal Literasi serta Literasi Matematika (Numerasi).

Kampus Mengajar sendiri merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran asistensi mengajar di satuan pendidikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas. 

Kampus Mengajar bertujuan untuk membekali mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan keahlian dengan menjadi partner guru dan sekolah dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah. 

Berdasar tujuan Kampus Mengajar sendiri, maka kami, mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 3 adalah agen perubahan yang ditujukan kepada pendidikan Indonesia agar menjadi lebih baik lagi dalam literasi dan numerasi.

Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM Kelas adalah salah satu program Kampus Mengajar yang digunakan sebagai alat ukur siswa-siswi dalam hal literasi dan numerasi mereka. 

Program AKM sendiri memang telah digiatkan oleh Kemendikbud sebagai alat ukur literasi dan numerasi agar mencapai tujuan Kecakapan Hidup Abad 21 dimana keterampilan berinovasi, teknologi informasi serta keterampilan dalam bekerja dan berkontribusi pada masyarakat adalah kecakapan yang diharapkan melalui penigkatan literasi dan numerasi para generasi muda Indonesia. 

Untuk mencapai hal tersebut, kami mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 3 telah mempersiapkan program-program yang mendukung mereka untuk meningkatkan literasi dan numerasi seperti Gerakan Literasi & Numerasi dan Kunjungan Perpustakaan SD Negeri 1 Soka guna mencapai peningkatan yang baik ketika melaksanakan AKM Kelas nantinya.

Namun tidak dapat dipungkiri, SD Negeri 1 Soka memang termasuk Sekolah yang tertinggal terutama dalam hal prasarana teknologi. Dalam aktivitas pembelajaran pun, guru hanya bisa memberikan metode pembelajaran konvensional untuk memenuhi pengetahuan yang diperlukan siswa-siswinya. 

Sebenarnya pihak sekolah memiliki beberapa teknologi yang bisa dimanfaatkan namun memang setiap guru/karyawan di SD Negeri 1 Soka tidak memiliki skill dalam menggunakan prasaran teknologi tersebut.

"SD Negeri 1 Soka memang memiliki teknologi seperti proyektor dan beberapa tablet android, kak, tetapi kebanyakan guru disini memang tidak bisa memaksimalkan prasarana tersebut, sehingga memilih pembelajaran secara konvensional.", ujar Ibu Cicilia selaku Guru Pamong kami di SD Negeri 1 Soka.

Sehingga tidak hanya dalam pembelajaran, pelaksanaan AKM Nasional pun sekolah harus mendatangi Sekolah terdekat agar bisa melaksanakan progam AKM Nasional ini. Akan tetapi, kami berusaha mengupayakan agar SD Negeri 1 Soka dapat melaksanakan AKM Kelas tanpa harus berpindah Sekolah yaitu dengan memanfaatkan prasarana tersebut dan mengadaptasikan teknologi yang ada agar dapat digunakan oleh siswa serta guru di SD Negeri 1 Soka.

Dokpri
Dokpri

Dan AKM Kelas adalah salah satu cara kami untuk mensosialisasikan serta membiasakan siswa untuk bisa beradaptasi dengan teknologi yang ada agar kedepannya mereka bisa menggunakan sarana yang ada sebagai metod pembelajaran. 

Pada pelaksanaan AKM Kelas, kami menggunakan tablet android yang dimiliki sekolah. Walau menggunakan teknologi seadanya, kami bisa memanfaatkan dengan baik tablet tersebut agar bisa digunakan siswa untuk melaksanakan AKM Kelas. Para Siswa pun mulai terbiasa menggunakan tablet android sebagai sarana mereka mengerjakan soal AKM setelah kami sosialisasikan dengan siswa.

Minimnya sarana & prasarana teknologi yang dimiliki suatu sekolah memang akan berdampak kepada strategi yang ingin guru berikan kepada siswa dalam hal pembelajaran, namun ada atau tidak adanya teknologi, 

seorang guru memang harus dituntut untuk bisa memberikan yang terbaik kepada siswa agar mereka bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang berguna untuk masa depannya, sehingga adanya kegiatan adaptasi teknologi yang kami berikan kepada siswa serta guru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa serta guru dalam bidang pembelajaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun