Mohon tunggu...
Febina Angelia Nainggolan
Febina Angelia Nainggolan Mohon Tunggu... -

Seorang mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Cegah Stunting, Mahasiswa IKS Fisip USU Gelar Penyuluhan di Desa Nahornop Marsada pada Masa Pandemi Covid-19

12 Januari 2021   07:30 Diperbarui: 12 Januari 2021   08:52 123 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cegah Stunting, Mahasiswa IKS Fisip USU Gelar Penyuluhan di Desa Nahornop Marsada pada Masa Pandemi Covid-19
Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala | dokpri

Febina Angelia Nainggolan adalah mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP USU yang melaksanakan Praktikum Kerja Lapangan yang ke-2 di Kantor Desa Nahornop Marsada, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara dengan Supervisor Sekolah Mia Aulina Lubis, S.Sos, M.Kesos.

Program PKL 2 yang dilakukan oleh Febina kali ini bertema "Pencegahan Stunting di Masa Pandemi". Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya Ibu yang memiliki bayi dan batita. Kabupaten Tapanuli Utara termasuk salah satu prioritas lokasi fokus penanganan stunting pada tahun 2021 dari tiga ratus Kabupaten/Kota seluruh Indonesia sesuai ketetapan Bappenas.

Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi di 1000 hari pertama setelah kelahiran atau pada usia 0-2 tahun. Akhir -- akhir ini, faktor non-kesehatan juga ditengarai sebagai penyebab tingginya stunting, seperti faktor ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik. Bisa dikatakan bahwa stunting disebabkan oleh faktor multidimensi. Terutama di masa Pandemi COVID-19  membuat adanya kemungkinan jumlah anak stunting bertambah disebabkan lesunya perekonomian yang berpengaruh kepada pemenuhan asupan gizi anak.

Berdasarkan hasil Observasi dan Assesment yang dilakukan selama masa praktikum, masih terdapat orang tua yang belum mengetahui apa itu Stunting serta gejalanya, dan masih terdapat anak-anak yang memiliki ciri-ciri seperti: tinggi dan berat badan yang lebih rendah dari anak seusianya.

"Setelah melakukan observasi dan Assesment terlihat bahwa masih adanya anak-anak yang memiliki ukuran tinggi badan maupun berat badan yang lebih rendah dari anak-anak seusianya, setelah berdiskusi dengan Bidan Pendamping Desa, Beliau juga membenarkan dari 48 anak batita, terdapat 2 anak yang mengidap stunting " ujar Febina.

Atas dasar inilah mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP USU melakukan program berupa penyuluhan langsung ke rumah-rumah warga (dengan tetap mematuhi protokol kesehatan) yang masih memiliki anak yang berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kelahiran) mengingat di masa Pandemi COVID 19, tidak dianjurkan untuk membentuk kerumunan.

Penyuluhan Stunting | dokpri
Penyuluhan Stunting | dokpri

Berikut adalah metode yang dilakukan dalam kegiatan praktikum demi menunjang tercapainya  program, antara lain: (1) Penyuluhan secara langsung ke rumah-rumah warga, dengan cara menjelaskan apa itu stunting,  apa saja gejala dan ciri-cirinya, serta bagaimana cara pencegahan yang dapat dilakukan. (2) Membagikan selebaran yang berisi informasi mengenai Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk mencegah terjadinya stunting sebagai bahan referensi Ibu dalam memberikan makanan kepada anaknya.

Selama kurang lebih 3 bulan melakukan praktikum, dimulai dari observasi hingga ke pemilihan program, yakni dari Oktober hingga Desember 2020, dampak yang diperoleh yaitu semakin bertambahnya pengetahuan orang tua mengenai stunting dan cara pencegahannya, serta semakin bertambahnya variasi MPASI bagi anak-anak.

Terminasi yang dilakukan adalah diakhir penyuluhan, para orang tua mengucapkan terima kasih kepada praktikan, begitupun sebaliknya, praktikan kepada orang tua yang telah bersedia mendengarkan praktikan menyampaikan penyuluhan. Sembari berharap tidak ada lagi anak yang mengalami stunting.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN