Mohon tunggu...
Fatimah Azzahra
Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNJ 2019

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Fenomena Pacaran di Kalangan Pemuda: Dari Budak Cinta (Bucin) hingga Dating Violence

21 Oktober 2021   00:53 Diperbarui: 21 Oktober 2021   00:58 326
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Fatimah Azzahra

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FIS UNJ

Setiap munusia memiliki kebutuhan dan keinginan dalam menjalani hidup. Menurut Maslow (dalam Sejati, 2018) ada 5 tingkatan dalam hirarki kebutuhan manusia yaitu :

  • Kebutuhan Fisiologis

Merupakan tingkat kebutuhan paling mendasar, paling kuat dan jelas diantara kebutuhan manusia yang lain. Contoh dari kebutuhan ini ialah sandang, pangan, papan, tidur, bernafas dan kebutuhan lain yang sangat penting untuk kelangsungan hidup.

  • Kebutuhan Rasa Aman

Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan-kebutuhan baru lainnya seperti perlindungan, keselamatan, ketergantungan, ketertiban, hukum dan sebagainya yang membuat manusia tenang serta merasa aman.  

  • Kebutuhan Sosial

Apabila kebutuhan fisiologi dan rasa aman sudah cukup terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan-kebutuhan akan cinta, rasa kasih, rasa memiliki, perhatian dari orang lain, hubungan pertemanan dan hubungan dengan individu lain.

  • Kebutuhan Penghargaan

Semua individu dalam masyarakat mempunyai kecenderungan memiliki kebutuhan atau keinginan akan penilaian dan penghargaan terhadap dirinya dari orang lain disekitarnya. Pemenuhan kebutuhan akan perhargaan ini akan menimbulkan rasa percaya diri pada individu.  

  • Kebutuhan Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri dapat diartikan sebagai penggunaan segala potensi dan bakat yang ada pada diri individu. Setelah kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, serta penghargaan dari orang lain terhadap individu sudah cukup terpenuhi maka individu tetap ingin menunjukan potensi serta kualitas dari dirinya yang berguna untuk masyarakat sekitar.

Berdasarkan 5 hirarki ini, kita dapat mengetahui bahwa cinta dan kasih sayang merupakan kebutuhan alami manusia termasuk untuk para pemuda. Pengertian pemuda sendiri dalam UU no.40 tahun 2009 tentang kepemudaan pada pasal 1 ayat 1 ialah warga negara Indonesia yang sedang dalam periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pemuda adalah fase usia paling produktif sepanjang hidup manusia, karena tenaga, gelora semangat, dan idealisme kita paling powerful saat fase ini. Saat fase ini juga manusia mempunyai gelora yang tinggi untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang terutama kepada lawan jenis.

Menurut Maslow (dalam Sejati, 2018), cinta itu menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh kasih sayang mesra antar dua individu termasuk sikap saling percaya. Menurut teori segitiga cinta Sternberg (dalam Nuri dkk, 2020) ada tiga komponen dalam cinta yaitu : 1) keintiman (intimacy) ialah salah satu elemen emosi yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan, menghormati satu sama lain, keterbukaan dan keinginan untuk membina hubungan; 2) gairah (passion) ialah elemen motivasi yang didasari pada ketertarikan fisik dan seksual sehingga timbul perasaan senang, berbunga-bunga dan terpesona; 3) komitmen (commitment) ialah elemen kognitif (logika dan perasaan) yang berbentuk tindakan seperti menerima pasangan tanpa syarat, saling menjaga dan melindungi.      

Pada konteks hubungan cinta dengan lawan jenis, beberapa orang dapat melandasinya dengan komitmen kuat sepanjang hidup ataupun hanya ingin membangun komitmen hubungan sesaat. Komitmen yang kuat seperti pernikahan dan berjanji untuk selalu bersama seumur hidup. Atau komitmen hubungan yang hanya dibangun sesaat seperti pacaran. Menurut Furman (dalam Dwiyani dan Wilani, 2020) pacaran dapat diartikan sebagai pola berkelanjutan dari hubungan dan interaksi antar dua individu yang telah mengakui adanya kecocokan satu sama lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun