Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Bukan Pujangga

Menulis Menghidupkan Jiwa Yang Mati---- Ingin tetap membumi 🤗

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Reyn dan Edelweiss Terakhirnya

29 September 2020   07:06 Diperbarui: 29 September 2020   07:27 231 75 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Reyn dan Edelweiss Terakhirnya
Ilustrasi satutenda.com

Dingin, sangat dingin membuat kau menggigil hebat
Ini musim kemarau, suhu hanya lima derajat
Tubuhmu dingin beku walau kupeluk erat
Reyn, parasmu begitu pucat

Hipotermia, itu yang kukira
Kuselimuti sang bidadari tak berdaya
Hanya gemeletuk terdengar, diam tak bicara
Bertahanlah, kugendong turun dirimu dengan kecamuk rasa

Denyut nadimu makin lemah
Kita sudah menaklukkan Puncak Gunung tertinggi nan gagah
Baru tadi, kau kupotret tersenyum renyah
Reyn, Reyn...aku mulai menangis dengan rasa bersalah

Reyn, gadis yang takjub memandang edelweiss
Telah tertidur panjang dengan senyum termanis
Suara tlah parau dalam raung
Segenap kesedihan sulit dilarung

Reyn, terakhir dirimu melihat edelweiss kali ini

Edelweiss, bunga abadi yang mengantarmu ke alam abadi

Fatmi Sunarya, 29 September 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x