Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Best in Fiction Kompasiana Award 2022- Kompasianer Teraktif 2020/2021/2022 - ^Puisi adalah suara sekaligus kaki bagi hati^

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Menyoal Harga Cabai yang Saat Ini Anjlok

2 September 2020   22:34 Diperbarui: 2 September 2020   22:26 336
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Untuk upah buruh petik di Kayu Aro, tempat teman saya, perorangnya adalah Rp. 65.000. Perorangnya bisa metik cabai sampai 20 kg per hari. Dengan begitu itung-itungannya 1 kg cabai diupahi Rp. 3.250.

Dari kalkulasi angka-angka diatas, dari biaya tanam hingga panen, tak bisa dibayangkan kalau harga cabai terjun bebas seperti yang ada sekarang ini. Tentu saja petani cabai rugi besar.

Tak hanya teman saya, Elprenta, hampir semua petani cabai di Kabupaten Kerinci saat ini mengeluhkan harga cabai yang anjlok. Imbasnya, mereka membiarkan sebagian tanaman cabainya tidak di petik.

Menurut petani lain yang sempat saya temui beberapa waktu lalu, biaya semasa panen yang besar itu tidak diimbangi dengan harga cabai yang berlaku di pasaran saat ini.

 "Kami rugilah, Bu. Kalo misalnya di petik semua. Mana untuk sewa buruh petik, biaya konsumsi dan operasional lainnya" kata mereka kepada saya

Tidak dapat dimungkiri, salah satu alasan dari anjloknya harga cabai kali ini disebabkan oleh pandemi Covid-19. Di mana pandemi ikut berperan dalam membatasi mobilitas barang dan jasa. Sehingga daya serap pasar/konsumen atas cabai sedini menurun.

Foto Fatmi Sunarya/dokpri
Foto Fatmi Sunarya/dokpri

Secara pribadi saya sebenarnya kasihan melihat fenomena cabai yang dibiarkan tidak di petik oleh petani. Dan tentu saja miris, karena di tengah kelimpahan produksi cabai tersebut tidak setara dengan harga produk jual.

Namun, di tengah situasi pelik akibat Covid-19 sekarang ini, petani di daerah saya memang serba dilematis. Kalau buah cabai dibiarkan begitu saja dan tidak di petik, sungguh kasihan.

Foto Fatmi Sunarya/dokpri
Foto Fatmi Sunarya/dokpri

Sementara bila memilih untuk di petik, resikonya petani pasti merugi. Karena biar bagaimanapun, harga cabai yang berlaku saat ini tidak akan mampu menutupi biaya yang akan dikeluarkan sewaktu pascapanen. Belum lagi bila kita berbicara soal biaya tanam, perawatan dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun