Mohon tunggu...
Fakhrisya Zalili
Fakhrisya Zalili Mohon Tunggu... Notaris - Hukum-Puisi-Dan Non fiksi

PPAT

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Planet Rumah Sakit untuk Anak Cucu Kita Tercinta?

3 Agustus 2020   19:54 Diperbarui: 3 Agustus 2020   20:12 216
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Telah dibuktikan secara ilmiah oleh para epidemiologist bahwa, SARS-COV-2, virus penyebab Covid-19, bukanlah hasil rekayasa laboratorium, melainkan muncul secara alamiah. Virus yang ditemukan pada kelelawar ini, menginfeksi manusia melalui perantara hewan trenggiling. 

Menumpangi Angiotensin Converting Enzyme II (ACE 2) yang berada pada jaringan paru-paru, lendir di mulut dan hidung, ginjal, testis, serta saluran pernapasan pada manusia, mengantarkannya memasuki sel inang (Kristian G. Andersen et.al., Jurnal Nature Meidicine, Maret 2020). 

Cara penyebaran yang begitu cepat, didukung oleh konektifitas antara negara, semakin memperluas daerah terjangkit. Hanya butuh waktu kurang dari 3 (tiga) bulan sejak kasus pertama di Wuhan, Covid-19 menjadi pandemi.

Fakta penting namun kerap diabaikan adalah, semakin mendekatnya hewan liar bersama zoonosis dengan manusia. Padahal sejak tahun 1989, telah diperingatkan oleh World Health Organization (WHO) dalam laporannya yang berjudul Potential Health Effects of Climate Change, bahwa perubahan iklim telah menggusur ruang hidup hewan liar, mengharuskannya mencari habitat baru yang lebih dekat dengan manusia. Celakanya, manusia hanya memiliki sedikit kekebalan terhadap virus dari hewan liar itu.

Adanya pembatasan sosial sebagai upaya mencegah penyebaran, tentu saja langsung berdampak pada perekonomian. Industri padat karya menjadi “korban pertama”, sebab mustahil bagi tenaga kerja di sana untuk bekerja dari rumah. Produksi menurun, juga daya beli masyarakat. Selanjutnya sektor usaha non-daring yang lebih kecil, seperti cafe dan restoran kini ketar-ketir dibuatnya. 

Bila berlangsung lebih lama, maka kemiskinan akan semakin bertambah, karena pemutusan hubungan kerja. Sementara perusahaan terancam berhenti beroperasi, karena investasi yang semakin melemah. Pendapatan negara dari sektor perpajakan dan deviden juga menurun.

Runyam bagi Negara, sebab pilihan yang ada tidak ada yang menyenangkan dan menenangkan. Pandemi dan ekonomi sama-sama mengintai seluruh tumpah darah Bangsa Indonesia, yang sejatinya dilindungi. Sementara untuk jangka panjang, tidak mungkin mewariskan sebuah “Planet Rumah Sakit” bagi anak dan cucu kita.

Alarm dari alam dan kritik dari pandemi ini harus disikapi dengan baik.

Alarm dari Alam

Kita semua tahu, meskipun pemerintah tidak akan pernah mengakui, bahwa ada sikap abai dan sepeleh terhadap peringatan dari WHO mengenai Covid-19 ini pada bulan januari 2020 lalu. 

Hasilnya bisa kita nilai sendiri saat ini, penderita tidak lantas berkurang, ekonomi melemah. Peringatan tidak kalah penting kembali dikeluarkan oleh lembaga Internasional baru-baru ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun