Fajar Patmawan
Fajar Patmawan mahasiswa

mahasiswa etnomusikologi (riset musik), suka fiksi maupun nonfiksi, lebih suka mainin gitar dan effect pedal, dan tentunya suka sama kamu IG: fajar_patmawan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dua Ikan yang Saling Menyelami

17 April 2018   02:48 Diperbarui: 17 April 2018   08:38 652 1 0

tuhan telah menakdirkan aku terlahir sebagai pisces

tuhan telah menakdirkan kau terlahir sebagai pisces

aku menemukanmu sebagai seorang perempuan yang sensitif dan sensual

yang pertama kali mengenalkanku pada kehangatan yang tak pernah terbayangkan

menyentuhku dengan begitu lembut lewat genggaman tangan yang begitu halus

merengkuhku dengan peluk erat yang lebih dekat, menjadi nostalgia penuh romantika

kau menemukanku sebagai seorang lelaki yang begitu intuitif dan penuh khayal

yang kau harap menjadi tempat terakhir untuk merasakan pulang ke dalam yang terdalam

menjadi tempat menumpahkan sedih, pedih hingga perih dari gelombang yang tak berkesudahan

menjadi tempat menuangkan puisi melankoli dan lagu sendu tentang rindu yang teramat pilu

ombak besar punya tujuan yang lebih besar daripada sekedar mempertemukan kita

badai melambaikan selamat tinggal, namun dekapmu menyalakan gelap, menghangatkan beku

namun dekapmu saat lelah dan lelap cukup untuk menenangkan gelombang dan menyurutkan pasang

bersamamu aku menjadi pemimpi yang tidak perlu tertidur, karena berada dalam kesadaran menyegarkanku

bersamamu aku menjadi pendengar yang tidak perlu hingar bingar, karena setiap katamu adalah lirikmu adalah puisimu

bersamamu aku menjadi perasa yang tak habis dengan penasaran, karena setiap pelukmu, kecupmu dan titik puncakmu

adalah candu yang tak mengenal ruang waktu, tak ingin terganggu dan diganggu gugat. 

karena ketidakterpisahan adalah hakikat.

berdua kita saling menyelami, palung terdalam jiwa yang kelam

berdua kita saling menerangi, relung jiwa yang suram temaram

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2