Mohon tunggu...
Fahmi Ardi
Fahmi Ardi Mohon Tunggu...

Software Engineer

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Mengenal Fitur Obrolan Kompasiana

13 Oktober 2015   01:36 Diperbarui: 17 Desember 2015   21:09 0 60 50 Mohon Tunggu...

Sahabat Kompasianer yang baik di mana pun Anda berada. Tahukah Anda bahwa saat ini ada fitur baru yang sedang diujicobakan di Kompasiana? Usianya baru seumur jagung, masih dalam hitungan hari. Di desktop site, fitur ini baru bisa diakses hari Minggu tanggal 11 Oktober tepatnya pukul 5.00 pagi. Keesokan harinya di jam yang sama hari Senin tanggal 12 oktober, mobile site pun disematkan fitur ini. Fitur baru itu bernama "Obrolan".

Apa dan bagaimana fitur Obrolan di Kompasiana bekerja? Mari simak penjelasannya secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Apa Itu Fitur Obrolan?

Di Kompasiana lama sebelum masa revolusi, fitur ini dikenal dengan nama "Inbox". Fungsinya untuk berkirim pesan sesama Kompasianer secara tertutup. Komunikasi terjadi secara dua arah antara si Pengirim dan Penerima pesan. Layaknya sebuah e-mail, selain menentukan Penerima, Pengirim juga diminta menentukan Subject dan Body pesan.

Masa-masa revolusi di tubuh platform Kompasiana sudah dimulai sampai detik ini. Berbagai perombakan besar-besaran harus ditempuh guna memenuhi kebutuhan Kompasianer serta menjawab tantangan atas sebuah tren teknologi yang berkembang sangat cepat. Tak terkecuali fitur Inbox pun harus menyesuaikan dengan tren saat ini.

Sebagian besar Kompasianer mungkin sudah mengenal dan menggunakan produk-produk yang fokus menggarap fitur obrolan (chatting) untuk para penggunanya seperti WhatsApp, Line, Facebook Messenger, Direct Message Twitter, dan masih banyak yang lainnya. Semuanya itu memberikan pengalaman baru dalam berinteraksi sesama pengguna dalam menjalin komunikasi, baik berdua (direct) atau ramai-ramai (group).

Berangkat dari tren obrolan yang saat ini sedang berkembang, kami tim developer bergegas menggelar meeting internal untuk membahas fitur obrolan di Kompasiana. Tak terelakkan kami pun mempelajari flow beberapa platform chatting yang saat ini tengah digunakan oleh sebagian besar masyarakat internet. Diskusi berjalan lumayan alot, mengingat platform-platform chatting itu memiliki karakternya masing-masing dan kami harus memutuskan flow yang akan diadopsi. Benang merah yang kami dapatkan adalah bahwa fitur obrolan di Kompasiana harus mendukung lebih dari satu Kompasianer dan lebih dari satu pesan di dalam sebuah obrolan dan seorang Kompasianer bisa terlibat di lebih dari satu obrolan. Dalam teori perancangan database, kasus ini disebut many-to-many relationships.

Bagaimana fitur Obrolan di Kompasiana Bekerja?

Ada beberapa aturan yang harus Kompasianer pahami dalam menggunakan fitur obrolan ini.

  1. Kompasianer bisa terlibat di lebih dari 1 obrolan.
  2. Di dalam obrolan bisa terdapat lebih dari 1 partisipan (termasuk Anda) dan lebih dari 1 pesan di dalamnya.
  3. Jumlah partisipan (termasuk Anda) dalam sebuah obrolan minimal 2 dan maksimal 50.
  4. Pencarian partisipan tidak berdasarkan hubungan pertemanan (following dan follower) Kompasianer dan tidak akan bisa mencari nama Anda sendiri karena Anda secara otomatis sudah dimasukkan dalam obrolan yang Anda buat.
  5. Jika mengajak 2 partisipan (termasuk Anda) yang terlibat dalam sebuah obrolan baru, selanjutnya obrolan ini disebut direct conversation.
  6. Jika mengajak lebih dari 2 partisipan (termasuk Anda) yang terlibat dalam sebuah obrolan baru, selanjutnya obrolan ini disebut group conversation.
  7. Jika obrolan direct conversation yang berhasil dibuat kemudian Anda mengajak Kompasianer lain selain Kompasianer yang sudah menjadi partisipan di obrolan, maka obrolan tersebut akan dikonversi menjadi group conversation.
  8. Kompasianer yang baru bergabung dalam obrolan hanya akan melihat pesan setelah tanggal Kompasianer bergabung.
  9. Jika Anda menghapus obrolan direct conversation atau group conversation, maka obrolan tersebut akan hilang dari list obrolan Anda tetapi tetap ada di list obrolan partisipan yang terlibat di dalamnya.
  10. Jika ada pesan baru yang masuk di obrolan yang sebelumnya Anda hapus, obrolan tersebut akan tampil kembali di list obrolan Anda tetapi Anda tidak akan melihat pesan-pesan sebelumnya.
  11. Jika Anda menghapus pesan dalam sebuah obrolan, maka pesan tersebut akan hilang dari obrolan Anda tetapi partisipan lain yang terlibat masih bisa melihat pesan tersebut.
  12. Setiap Anda mengirim pesan baru dalam sebuah obrolan, maka partisipan lain akan mendapatkan pemberitahuan melalui e-mail.
  13. Anda bisa menyisipkan tautan (link) dan menyusun paragraf di setiap pesan yang akan Anda kirim.

Itulah sekelumit aturan fitur Obrolan di Kompasiana. Semoga fitur ini memberikan manfaat buat sahabat Kompasianer semuanya dalam menjalin komunikasi antar sesama dan Sharing and Connecting akan semakin terasa.

Selamat mencoba dan menikmati....

* Fitur ini masih dalam tahap BETA dan kami terus memonitor performance-nya.

[caption caption="Foto artikel milik M. Ali Amiruddin | Sumber: Kompasiana"][/caption]