Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jangan Biarkan Iri Menguasai Diri

3 Maret 2023   11:17 Diperbarui: 3 Maret 2023   11:40 160
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jangan biarkan iri  menguasai diri
Sebab ia seperti api yang membara
Menghanguskan dirimu dan orang di sekitarmu

Seperti duri yang menancap di dalam hati
Dan terus menusuk-nusuk
Demikian rasa iri hati melukai
Lantas tubuh indahmu mengalir darah

Rasa iri hati seperti racun
Menyebar ke seluruh tubuh,
Merusak kesehatan emosional .
Iri hati seperti awan hitam yang menggumpal di atas kepala
Dan menghalangi cahaya matahari.

Dia juga seperti bibit
Tumbuh di tanah yang tidak subur,
Sulit berkembang
Lalu tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Kadang aku juga berpikir
Rasa iri hati seperti berjalan di dalam kegelapan
Tanpa arah dan tujuan yang jelas,
Merasa tersesat dan kehilangan.

Iri hati seperti beban berat
Dijinjing di pundak,
Membuat seseorang merasa lelah
Tidak mampu untuk melangkah maju.

Aku tahu engkau butuh pengakuan dan penghargaan.
Tetapi aku mau mau engkau tetap berpuas diri
Kau dan aku memiliki keterbatasan dan kekurangan
Terimalah ini menjadi suatu kenyataan

Lihatlah keindahan dunia ini
Alam yang memberikan begitu banyak keajaiban
Matahari yang menyinari langit biru
Dan bunga-bunga yang mempesona di taman
Bahkan senyummu pun adalah keindahan

Bukalah hati, rasakan kebahagiaan
Nikmati setiap momen yang terjadi
Jangan biarkan iri hati menghalangi
Kepedulian, kasih sayang, dan kebahagiaan

Karena kebahagiaan yang sesungguhnya
Adalah menerima diri sendiri
Dan bersyukur atas apa yang dimiliki

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun