Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Kita Tidak Pernah Berubah Menjadi Sesuatu yang Lain

3 Desember 2022   18:56 Diperbarui: 5 Desember 2022   22:04 272
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: sendirian di tepi pantai. (sumber: pixabay.com)

Seperti laut tidak pernah menjadi danau. Atau seperti langit tidak pernah menjadi tanah. Seperti siang juga tidak pernah menjadi malam. Demikianlah kita tidak pernah menjadi "sesuatu yang lain".

Kita terlahir sebagai manusia yang berjalan tegap di atas tanah. Dan kita tidak pernah menjadi ular yang berjalan melingkar atau menjalar di atas tanah

Setiap ucapan dan tingkah adalah keputusan. Katakan ya jika memang yaKatakan tidak  jika memang tidak. Karena kita tetap berjalan tegap.

Langkah kita adalah tegap lurus. Dan tidak pernah berjalan jongkok. Maka soal mengatakan kebenaran. Bukan sebentar mengatakan ya sebentar lagi mengatakan tidak.

Pikirkan dan libatkan rasa. Selalu bijak melihat  dan jangan pernah menjadi sesuatu yang lain. Kecap dan rasakan bagaimana sebuah keputusan bila itu dialami oleh diri. Bila dirimu tetap konsisten sebagai manusia

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun