Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Lelaki Tua Menemani Kepergian Senja

9 September 2022   19:42 Diperbarui: 13 September 2022   21:25 491
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi lelaki tua| Dok The Meaningful Life Center via TribunStyle.com

Menemani kepergian senja di tengah hujan berkabut
Seorang lelaki tua menatap keluar jendela
Coba mengeluarkan biji mata oleh pikirannya
Hanya gerutu tetapi bukan pula penyesalan

"Kemarin tak terasa telah berlalu. Tak terasa sudah tua dengan melihat anak dan cucu sudah mandiri. Ah, aku sudah tua, tetapi jangan dikira aku tak punya semangat menggali rahasia-rahasia kehidupan. Tetapi jangan engkau memintaku menggali selokan sebab fisik sudah tak mampu", katanya.

Begitulah lelaki tua menemani kepergian senja
Melihat kenyataan apa adanya

Tanpa banyak menganalisis dengan banyak praduga
Merangkul erat data terberi
Lebih bijak melihat jejak tapak kakinya sendiri

www.wallpaperbetter.com
www.wallpaperbetter.com

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun