Mohon tunggu...
Ety Handayaningsih
Ety Handayaningsih Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Fulltime Blogger

Ibu Dua Orang Putri | Blogger | http://etyabdoel.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Menepis Jerat Alergi Agar Buah Hati Tetap Berseri

27 Oktober 2019   08:59 Diperbarui: 28 Oktober 2019   17:26 306
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cocokkan hasil perhitungan tadi dengan tabel ini tabel : Dokpri

Alergen makanan, sumber: png cloud/olahan pribadi
Alergen makanan, sumber: png cloud/olahan pribadi

Alergen non makanan Dokpri
Alergen non makanan Dokpri

Persoalannya, ketika timbul gejala alergi, kita tak serta merta bisa mengetahui pemicunya. Untuk itulah, sebaiknya segera bawa anak ke dokter ketika mengalami gejala alergi. 

Dokter akan melakukan diagnosis klinis melalui pemeriksaan riwayat alergi keluarga, tanda dan gejala alergi sejak kecil, dan riwayat pemberian makanan. Jika dari hasil pemeriksaan ini ditemukan  pemicu alergi maka tidak diperlukan tes alergi.

Namun, proses menemukan pemicu alergi seperti ini kerap tak cukup dengan anamnesis (wawancara dokter dengan orangtua dan pasien). Tidak semua anak memiliki catatan riwayat kesehatan rinci dan catatan makanan harian. Padahal adanya kedua catatan tersebut akan membuat diagnosa menjadi cepat dan tepat.

Jika alergi kerap muncul namun orangtua tidak mampu mengenali pemicunya maka sebaiknya melakukan tes alergi. Ada dua jenis tes alergi yang direkomendasikan, yaitu skin prick test (SPT) dan tes darah IgE.

Menurut dr. Oktora Wijayanto Sp.A, M. Kes, tes alergi penting dan bisa dilakukan sejak usia 6 bulan. Sayangnya, di Indonesia tes alergi tak selalu dilakukan.  Biaya yang mahal ditengarai menjadi alasannya.

Hasil survei dibeberapa rumah sakit dan laboratorium di wilayah Surakarta, yang saya lakukan di minggu ketiga bulan Oktober 2019, ternyata tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas tes alergi. Jikalau ada fasilitas tes alergi, biayanya memang mahal.

Perkiraan biaya tes alergi di Surakarta (belum termasuk biaya lain-lain) Dokpri
Perkiraan biaya tes alergi di Surakarta (belum termasuk biaya lain-lain) Dokpri

Terbatasnya fasilitas dan mahalnya biaya bisa jadi kendala orangtua dalam mengobati alergi pada anaknya. Setelah mengetahui pemicu alergi, tindakan selanjutnya adalah mengenali faktor resiko alergi. Yang pertama adalah faktor genetik. Anak dari orangtua yang memiliki riwayat alergi kemungkinan besar akan mengalami alergi juga. Walaupun jenis alerginya bisa berbeda.

Untuk besaran persentase resiko bisa dilihat di grafis berikut ini:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun