Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Pendidikan Agama Islam - Universitas Islam Sultan Agung

Berbagi tulisan dari pengalaman pribadi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Ketika Kita Gelisah di Tengah Badai

16 September 2022   19:07 Diperbarui: 16 September 2022   19:20 62 13 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gambar by Portal Purwokerto.com oleh Eviyanti. Sebuah kapal yang berada di tengah-tengah badai menerjang

Saat tubuh ini meringkuk, mengendap endap

Bebatuan alam dan dan granit itu merekah kemilau menyisipkan sebuah rahasia

Bisik bisik alunan meriam bambu, menggelegar dan terpanjatnya dengan jantung. "Aduh,suara itu demikian".

Sekuntum bunga lili dan bunga sepatu merah merona. 

Senada dan halus saja mengenai pori pori tangan ini

Sari sarinya, kelopak bunga nya, mahkota bunga, serbuk sari, menyeruak semerbak... 

Hinggap menjadi obat... 

Penawar penat di tengah bagai bergeliat... 

Seketika sulur dari pohon yang rindang, menyibak hingga ke relung relung hati, penawar gerah, sesak dihati. 

Melegakan... 

Rongga rongga hidung termanjakan. 

Ku hibahkan sejenak di labirin renungan, senantiasa, menggali, menelaah... 

Tapi tidak sampai menerka-nerka... 

Ingin tutup mata sejenak menyingkir dari suudzon yang mengelabuhi jiwa

Ketika gelisah ditengah badai, jadilah seperti daun ketapang " Jatuh terpuruk dalam kubangan air keruh, namun menjernihkan sekelilingnya".


Semarang, 16 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan