muthiah alhasany
muthiah alhasany writer/blogger, traveller, politician. Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Erdogan Mengecam Islamophobia di Eropa

13 Juni 2018   19:21 Diperbarui: 13 Juni 2018   19:36 403 4 2
Erdogan Mengecam Islamophobia di Eropa
Presiden Turki Erdogan (dok.middleeast.net)

Seiring dengan meningkatnya serangan Israel terhadap bangsa Palestina,  Eropa juga tengah membangkitkan gerakan Islamophobia.  Tampaknya ini sudah menjadi kesepakatan tak tertulis antara Israel,  Amerika Serikat dan negara negara Eropa,  khususnya Eropa Barat. 

Beberapa hari yang lalu,  Austria telah menutup dan menyegel tujuh masjid di negara itu.  Bahkan imam masjid diusir dan dilarang beraktivitas.  Terutama imam dari masjid yang dibangun oleh Turki. 

Tindakan drastis ini langsung mengundang reaksi keras dari Presiden Turki,  Erdogan.  Dalam pidato di sela sela kampanye   Erdogan melontarkan kecaman kepada pemerintah Austria dan negara negara Eropa lainnya.  Menurut Erdogan   tindakan Austria membuktikan adanya gerakan Islamophobia dan Rasisme yang meningkat dan diorganisir oleh pemerintah negara negara tersebut. 

Erdogan menilai   bahwa penutupan masjid dan pengusiran para imam bisa memicu terjadinya perang salib.  Dan jika hal itu terjadi,  maka Austria dan negara negara Barat lah yang bertanggung jawab.  Mereka sengaja menekan kaum muslim yang tinggal di negara negara tersebut. 

Juru bicara pemerintah Austria,  Sebastian  justru mengatakan bahwa penutupan masjid adalah awal dari tindakan tegas pemerintah Austria.  Mereka melakukan hal itu untuk menangkal aksi radikalisme dan terorisme.

Sebastian Kurz, jubir pemerintah Austria (dok.middleeast.net)
Sebastian Kurz, jubir pemerintah Austria (dok.middleeast.net)
Alasan yang sangat dicari cari   karena kaum muslim bukan teroris.  Pemerintah Austria adalah pendukung zionis Israel yang telah membantai rakyat Palestina. 

Keputusan pemerintah Austria juga membuat umat muslim di negara itu resah dan terkejut.  Masalahnya,  masjid disegel pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan.  Umat muslim sedang berkonsentrasi dalam ibadahnya.  Sejatinya hal ini melanggar hak asasi manusia. 

Lembaga lembaga Islam di Austria juga telah melancarkan protes terhadap keputusan pemerintah Austria.  Masalahnya ada 600 000 penduduk yang beragama Islam di sana,  sebagian besar keturunan Turki.  Mereka tidak bisa beribadah karena penutupan masjid tersebut. 

Gerakan Islamophobia di Inggris justru dilakukan oleh partai konservatif.  Baroness Warsi,  salah satu menteri pada era David Cameron mencermati hal ini.  Ia mengatakan gerakan Islamophobia telah merajalela di partai konservatif Inggris.

Theresa May,  Perdana Menteri Inggris yang berasal dari partai konservatif.  Tetapi Baroness Warsi tidak terang terangan menuduh May menjadi bagian dari Islamophobia.  Menurut Warsi   bisa saja anggota partai konservatif tidak mengindahkan pemimpinnya. 

Tahun lalu Baroness Warsi mengecam tindakan brutal terhadap penduduk Inggris yang beragama Islam.  Ia juga memimpin protes terhadap pendudukan Israel di jalur Gaza.  Ia adalah pembela orang orang muslim yang ditindas. 

Baroness Warsi menganggap gerakan Islamophobia merupakan kontra terorisme.  Partai konservatif tidak adil dalam memperlakukan setiap warga negara.  Mereka yang beragama Islam mendapat tekanan dan perlakuan buruk. 

Sebenarnya di negara negara Eropa terjadi pertentangan antara golongan yang tidak menyukai Islam dengan golongan yang mendukung Islam.  Tokoh tokoh yang membela umat muslim adalah tokoh moderat yang menilai segala sesuatu dari kacamata keadilan. 

Di antara masyarakat di negara negara Barat juga terjadi pro dan kontra.  Namun orang orang yang telah mempelajari Islam berusaha mengantisipasi gerakan Islamophobia dan rasisme.  Mereka menentang keras penindasan terhadap umat muslim.