Mohon tunggu...
rena elisabeth
rena elisabeth Mohon Tunggu... Penulis - mahasiswa ilkom 2018

Akun ini digunakan untuk keperluan mata kuliah dan membantu untuk belajar menulis.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Budaya Jawa dan Kengerian Khas "Perempuan Tanah Jahanam"

25 November 2020   00:58 Diperbarui: 25 November 2020   01:11 410
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
gambar 1. Perempuan Tanah Jahanam | sumber: instagram/jokoanwar

Tembang dan Gamelan

Tembang merupakan bahasa jawa dari kata lagu. Dalam film ini, tembang dan gamelan merupakan bagian dari kebudayaan Jawa. Kedua budaya tersebut digunakan untuk mengiringi jalannya pagelaran wayang. Selain itu, dipercaya juga untuk membantu melancarkan ritual pembatalan kutukan bagi warga yang hendak melahirkan malam itu.

gambar 4. sinden | | sumber: Youtube Channel 
gambar 4. sinden | | sumber: Youtube Channel 

ZURA14 UNIVERSE CINEMATIC

Tentu saja dengan unsur mistis yang dibalutkan Joko Anwar, akan membuat seseorang semakin tertarik untuk menonton. Kembali, proses komodifikasi terjadi.

Bahasa Jawa

Film "Perempuan Tanah Jahanam" juga menggunakan bahasa jawa yang merupakan salah satu kebudayaan Jawa dalam filmnya. Meski tak sering, bahasa tersebut digunakan oleh warga asli Desa Harjosari dalam bercakap-cakap. Menurut penulis, bahasa jawa yang diucapkan oleh warga di desa tersebut menambah  kengerian dan ketegangan film. 

Seperti pada scene Maya dihampiri oleh seorang anak kecil di rumahnya yang mengajaknya ke suatu tempat "ana sing meh ngelairke.. Yuk". Tidak ada yang mengetahui sesosok anak kecil tersebut merupakan seorang anak biasa atau bukan.

gambar 5. anak kecil yang berbicara pada maya | | sumber: Youtube Channel 
gambar 5. anak kecil yang berbicara pada maya | | sumber: Youtube Channel 

ZURA14 UNIVERSE CINEMATIC

Efek ngeri yang ditimbulkan dari sebuah bahasa akan membuat seseorang semakin penasaran dan pergi untuk menonton film ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun