Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Misteri Kematian di Pondok Kayu

6 Agustus 2019   05:04 Diperbarui: 15 Juli 2022   11:37 445
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika kecurigaanku semakin kuat merujuk kepada Tuan William, itu karena aku menemukan beberapa bukiti lain. Plastik pembungkus tangan dan tabung kecil di dalam tas laki-laki itu. Untuk hal yang ini---bagaimana aku bisa mengacak-ngacak tas lelaki itu tanpa sepengetahuanmu, lain waktu akan aku jelaskan. Tidak sekarang.

Kembali ke misteri kematian dua bersaudara itu.

Tuan William sudah lama mengincar harta warisan keluarganya secara utuh demi menutupi kebangkrutan dan melunasi hutang-hutangnya. Itu berarti ia harus menyingkirkan Emily dan Boston sekaligus. Maka dibuatlah skenario seolah-olah Boston mengundang makan malam Emily. Tuan Wiliam lalu menulis undangan makan malam mengatasnamakan Boston sekaligus mengatur tempat pertemuan mereka.

Lagi-lagi aku berhasil mendapatkan undangan yang dikirim untuk Emily, Jhon. Dan aku langsung yakin bahwa itu memang benar tulisan tangan Tuan William.

Bagi Emily undangan makan malam itu sangatlah berarti. Karena selama ini hubungannya dengan Boston terbilang kurang baik. Maka ia pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Apalagi William berjanji akan menyusul satu jam setelahnya.

Kau tahu apa yang dilakukan William sebelum Emily pergi, Jhon? Ia membekali Emily dengan serbuk kering daun kecubung. Dan berpesan agar kakaknya itu menaburkan serbuk kering tersebut ke dalam perapian begitu makan malam berlangsung.

Kau pernah mempelajari seberapa bahayanya daun kecubung jika dibakar kan, Jhon? 

Lantas mengapa Emily begitu penurut terhadap perintah William? Pengusaha yang tengah dirundung bangkrut itu membisiki kakaknya, bahwa selama ini Boston terkena semacam guna-guna agar membenci Emily. Dan serbuk itu adalah penawarnya.

Sampai di sini ada pertanyaan?"

Sherlick mengakhiri kalimatnya.

"Tidak Sherlick. Semua sudah jelas. Melalui tumbuhan mematikan itulah William membunuh Emily dan Boston. Ketika memasukkan serbuk daun kecubung ke perapian, Emily tidak sadar telah menghidu asap beracun. Dan ia pun jatuh tersungkur. Sementara Boston yang tengah asyik menikmati hidangan berusaha menolong kakak perempuannya itu. Tapi belum sempat beranjak dari kursi, asap beracun itu sudah sampai kepadanya," Jhon tersenyum ke arah Sherlick. Lalu berdiri, merapikan ujung lengan jaketnya yang kusut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun