Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Penulis - Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tembok Ratapan Hati

19 Juli 2021   11:37 Diperbarui: 19 Juli 2021   11:42 86 8 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tembok Ratapan Hati
Tembok Ratapan Hati dokpri Eko irawan

Engkau adalah saksi. Setiamu padaku. Merekam kenangan. Tanpa protes. Saksi bisu. Tembok ratapan hati.

Berjuta kisah terekam. Dalam relung batu bata merah. Tentang suka duka. Tentang suara suara hati. 

Siapa mau berperang. Jika berselisih itu menyakitkan. Menambah luka. Menambah beban. Pertarungan bodoh untuk egoisme.

Ratapan hati yang tersakiti. Tentang seteru yang tiada akhir. Kalah menang sia sia. Hanya menambah duka. Tembok ratapan hati menyimpan. Tanpa lelah.

Saat suka terkalahkan. Saat yang baik terhapus. Tak diakui pernah ada. Tapi kau tetap setia. Jadi saksi bisu tanpa protes. Yang pernah ada. Pernah tersisa.

Tembok ratapan hati. Sebenarnya tak Sudi. Tapi apa daya. Kau akan jadi kisah abadi. Yang tetap tersimpan. Untuk kisah tiada akhir. 

Malang, 19 Juli 2021

Oleh Eko Irawan

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan