Mohon tunggu...
Efrem
Efrem Mohon Tunggu... Pecinta bahasa Indonesia, pembelajar filsafat, wacana, dan ekonomi

Sahabat sejatimu ada di tengah malam

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Masa Lalu Sang Wanita

24 Juni 2019   15:07 Diperbarui: 24 Juni 2019   15:25 0 2 0 Mohon Tunggu...

Mengapa engkau bimbang gadis kecil?
apakah saat dewasa telah terbit
lantas hilang tawa dan senyummu
apakah Ayah jarang membuka senyum
sehingga menua bukanlah cita-citamu?

Setelah dua puluh tahun
engkau menangis mengenang kekanak-kanakan
menanti kebahagiaan yang manja memelukmu
memperoleh es krim seusai kering air matamu
mendapat sandaran yang membuatmu terpejam

Aku lupa menegakkan kepalamu, gadis kecil
terlalu mengerikan untukmu
karena hantu adalah manusia
bukan seperti casper si baik hati
kemunafikan yang harus kauhindarkan
dan pesan abadi kepadamu
berpeganglah pada kelemahlembutan

Mengapa engkau lagi menangis?
di atas pusaran ini tiada kehidupan
orang-orang dewasa tiada akan mati
tertawalah dalam hidupmu
agar teriakannya nyaring hingga ke surga



KONTEN MENARIK LAINNYA
x