Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta

Menulislah dan biarkan tulisanmu mengikuti takdirnya-Buya Hamka

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dua Pengabdi

22 Juli 2019   13:20 Diperbarui: 22 Juli 2019   13:28 0 8 0 Mohon Tunggu...

Dua pengabdi tengah bersitegang :

Pengabdi satu: Ayolah saring yang masuk ke pintumu,saring yang  masuk dengan lebih baik hingga tidak sampai ke pintuku dalam bentuk sebuah sayatan

Pengabdi dua: Harusnya kamu yang menyaring lebih baik,pertebal pintumu hingga kebal dan tebalkan perisaimu

Pengabdi satu: Bagaimana bisa ?itu datang dari mana saja terutama ketika melewati pintumu ,ayolah kita bekerja bersama lebih baik demi tuan kita

Pengabdi dua : Aku menahan sama beratnya,harusnya kita berbagi kerja,mari kita buat tuan kita yang senang-senang saja ,jangan biarkan abdi yang lain jadi korbannya karena keteledoran kita

Pengabdi satu: Iya ini.Sumpah kita,jangan biarkan lengah adanya

Lalu mereka melihat kehidupan tuannya yang bagi orang lain sangat sengsara,dua pengabdi itu menjaganya agar tuannya tak jatuh terluka,sang pengabdi dua meramu racikannya agar angin yang masuk dikurangi saja,lalu juga mengirim ke abdi kedua dia kurangi lagi kesengsaraannya

Pengabdi dua: Sakitkah dirimu?seharusnya sayatan itu hanya sedikit

Pengabdi satu: Iya agak sakit tetapi hanya sebentar dan akan sembuh.Tuanku merasa sakit sedikit tapi segera sembuh,kata pengabdi satu ketika melihat tuannya merenung di pojok kehilangan sebagian uangnya karena ada yang mencurinya

Pengabdi satu dan pengabdi dua heran melihat tuannya begitu tangguh dan selalu berusaha bangkit dari jatuhnya dan mereka berfikir itu lumayan keras bagi mereka berdua.Mereka yakin ada yang membantu selain mereka tetapi mereka tetap waspada menjaganya

Sesuatu datang dan muncul ,dua pengabdi terkejut karena tak nyata nampaknya,siapakah kamu?Merebut tugas kami menjaga tuan kami

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x