Mohon tunggu...
Efa Butar butar
Efa Butar butar Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Content Writer | https://www.anabutarbutar.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sore di Kamar 312

2 Agustus 2019   20:26 Diperbarui: 2 Agustus 2019   20:41 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penghuni kamar 312 | foto: dokpri

Click Kompasiana kembali menyelenggarakan acara yang tergolong kece selama dua hari. Hari ini, Jumat 2 Agustus 2019 adalah hari pertama acara tersebut diselenggarakan.

Acara ini diadakan di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Graha Wisata.

Pukul 12.30 WIB, sesuai jadwal mulainya acara pukul 13.00 WIB, para peserta yang mendaftar mulai berdatangan. Mengupayakan datang tepat waktu demi melatih tanggung jawab juga untuk menghindari tiket masuk tidak bisa diclaim seperti yang telah disampaikan Ibu Muthia selaku panitia dan admin Click Kompasiana di WhatsApp group. Rupanya ancaman ini tidak begitu berhasil, beberapa peserta  masih ada yang datang terlambat. Mungkin sudah ijin terlebih dahulu kepada panitia.

Seperti biasa, pertemuan antara peserta acara yang notabene adalah Kompasianer tentu memberikan kesenangan tersendiri. Bagi yang pertama kali mengikuti acara seperti ini bisa berkenalan dengan peserta lain. Sedangkan bagi yang sudah kerap bertemu di berbagai acara, ajang ini merupakan waktu yang tepat untuk bercengkerama dan saling bercerita.

Dari sekian banyak peserta, kami berenam, selaku peserta yang masih tergolong muda memutuskan untuk berada di kamar yang sama. Dan atas dasar pembagian kamar yang dilakukan panitia, kami diberi kamar 312.

Sore di Kamar 312.
Semua berjalan baik-baik saja usai Mas Isjet menutup sesi kedua. Seluruh peserta berjalan ke kamarnya masing-masingnya. Termasuk kami berenam.

Sebagian menyempatkan diri untuk beristirahat, ada juga yang menyegarkan diri, sedang yang saya dan satu peserta lainnya memilih untuk menulis kesan yang dirasakan dalam acara ini sembari mengisi daya HP tepat di luar kamar.

Keanehan mulai terjadi. Daya HP yang kurasa cukup membuatku kembali ke kamar. Aku memang tidak hati-hati menutup pintu kamar, namun aku yakin tak begitu kuat untuk membuatnya terbanting sangat keras sampai harus membuat temanku terbangun dari istirahatnya.

Aku yakin seharusnya jikapun terbanting, bantingannya tidak akan senyaring yang kami dengar.  Semua memandang pintu. Melihatku sebagai tersangka. Tidak heran, kebetulan aku yang masuk dan berurusan dengan pintu itu.

Kami berenam memutuskan untuk melupakannya lalu berbincang biasa. Bahkan sempat bertukar produk kecantikan. Biasalah, perempuan.

Tidak lama, ada suara bantingan-bantingan halus yang berulang. Suara itu terus ada sampai salah satu anggota kamar menyadari ada yang salah dengan pintu yang mengarah ke balkon.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun